Rabu, 08 September 2010

Kepada kamu duhai Skripsi


Aku dan kata-kata yang berhenti pada koma.

Hai kalimat yang belum tertulis.
Kemanakah kau?
Aku yang dihantam kecemasan ini.linglung
Musti Kujawab apa harapan untuk tamat ini?
Aku dirajam ketakutan, sehambar kertas putih yang tak juga tertulis.

karena kau tak kunjung ketemu.
Kepada siapa aku musti bertanya?
Tentang kata-kata yang tak ada
sedang buku-buku tebal dan kitab-kitab lusuh sudah tuntas kucerna

lalu kau sebenarnya hadir di sela-sela kerisauan
namun tak memiliki rupa
dan juga jasad


Hai kau kalimat yang tak bernubuat.
aku ini bertanya
mengiba
memohon
berdoa
dan bersimpuh

kemana kau musti kupacu
kuraih
dan kutulis?


Sesak ini hati yang tiap hari jadi benalu
yang jadi beban. dan yang jadi tumpuan.

hai kau kata-kata yang tak memiliki rupa
tak punyakah kau hati?
sedang disini aku meratap, menunggu, menunduk dan menyesap

aku penulis yang lupa huruf
yang alpa aksara
dan sesat terhadap kalimat-kalimat
dimana lagi aku musti tunduk duhai kata!
Apakah dalam teori-teori? Rumus-Rumus? Istilah-Istilah?
Katakan!

aku mejura padamu.
duhai kata yang esa lagi kuasa
kembalilah dalam penaku yang usang
dan kembali tertulis


karena kau sudah lelah, dihutang nyawa dan kenyang hormat
yang kemudian semu.
karena kata taka da lagi

Aku dan kata-kata yang berhenti pada koma
tunjukan padaku dimana titik
agar bisa berhenti berharap lega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar