Senin, 14 Februari 2011

Ode untuk V (sebuah fragment terbaik dalam film V for Vendetta!)


Good evening, London. Allow me first to apologize for this interruption. I do, like many of you, appreciate the comforts of every day routine — the security of the familiar, the tranquility of repetition. I enjoy them as much as any bloke. But in the spirit of commemoration, whereby those important events of the past, usually associated with someone's death or the end of some awful bloody struggle, are celebrated with a nice holiday, I thought we could mark this November the 5th, a day that is sadly no longer remembered, by taking some time out of our daily lives to sit down and have a little chat. There are of course those who do not want us to speak. I suspect even now, orders are being shouted into telephones, and men with guns will soon be on their way.


Why? Because while the truncheon may be used in lieu of conversation, words will always retain their power. Words offer the means to meaning, and for those who will listen, the enunciation of truth. And the truth is, there is something terribly wrong with this country, isn't there? Cruelty and injustice, intolerance and oppression. And where once you had the freedom to object, to think and speak as you saw fit, you now have censors and systems of surveillance coercing your conformity and soliciting your submission.


How did this happen? Who's to blame? Well certainly there are those more responsible than others, and they will be held accountable, but again truth be told, if you're looking for the guilty, you need only look into a mirror. I know why you did it. I know you were afraid. Who wouldn't be? War, terror, disease. There were a myriad of problems which conspired to corrupt your reason and rob you of your common sense. Fear got the best of you, and in your panic you turned to the now high chancellor, Adam Sutler.


He promised you order, he promised you peace, and all he demanded in return was your silent, obedient consent. Last night I sought to end that silence. Last night I destroyed the Old Bailey, to remind this country of what it has forgotten. More than 400 years ago a great citizen wished to embed the fifth of November forever in our memory. His hope was to remind the world that fairness, justice, and freedom are more than words, they are perspectives. So if you've seen nothing, if the crimes of this government remain unknown to you then I would suggest that you allow the fifth of November to pass unmarked.


But if you see what I see, if you feel as I feel, and if you would seek as I seek, then I ask you to stand beside me one year from tonight, outside the gates of Parliament, and together we shall give them a fifth of November that shall never, ever be forgot


atawa dalam bahasa Indonesia saya yang payah


Selamat malam London Pertama ijinkan aku memohon maaf Aku, sama halnya seperti kalian yang menghargai rutinitas yang nyaman Keamanan yang biasa, ketenangan dari hal yang berulang. Aku menikmatinya seperti semua orang. Tapi untuk memperingati sejarah masa lalu yang penting biasanya terkait dengan kematian atau akhir kengerian, perjuangan berdarah dirayakan dengan sebuah liburan yang menyenangkan kukira kita harus menandai tanggal 5 November sebuah hari yang sayangnya, tak lagi dikenang. Dengan mengambil sedikit waktu kita dengan duduk dan ngobrol ringan. Tapi tentu saja ada orang-orang yang tak menginginkan kita bicara. Bahkan sekarang ini pun, mereka meneriakkan perintah lewat telepon dan pria-pria bersenjata segera berdatangan.


Mengapa? Karena sekalipun pentungan dipakai sebagai pengganti percakapan kata-kata akan mempertahankan kekuatannya. Kata-kata memberikan pengertian pada sebuah makna dan barang siapa yang mendengarkan, ucapan kebenaran. Dan kebenarannya adalah ada sesuatu yang salah dengan negeri ini, bukan? Kekejaman dan ketidakadilan, ketidaktoleransian dan penindasan. Dan dulu kalian pernah memiliki kebebasan menyatakan keberatan berpikir dan berbicara saat diperlukan sekarang terkena sensor dan pengawasan memaksamu tunduk dan meminta penyerahan total.


Bagaimana ini bisa terjadi? Siapa yang salah? Pasti ada yang salah dan yang lebih bertanggung jawab. Dan mereka akan dituntut. Tapi sekali lagi, kebenaran akan terkuak, kalau kalian mencari yang bersalah, kalian hanya perlu melihat ke sebuah cermin. Aku tahu mengapa kalian melakukannya. Aku tahu kalian takut. Siapa yang tidak takut? Perang, teror, penyakit. Ada banyak sekali masalah yang terbentuk untuk merusak pemikiran kalian dan merampok perasaan kalian yang wajar. Rasa takut mengambil yang terbaik dari kalian. Dan dalam kepanikanmu, kau beralih pada Kanselor Agung Adam Sutler. Dia menjanjikan ketentraman, dia menjanjikan kedamaian dan yang dimintanya dari kalian adalah persetujuan untuk diam dan patuh. Semalam, kuhentikan keheningan itu.


Tadi malam, aku menghancurkan Old Bailey untuk mengingatkan negeri ini pada apa yang telah terlupakan. Lebih dari 400 tahun yang lalu, seorang warga yang hebat ingin 5 November dimasukkan untuk selamanya dalam kenangan kita. Harapannya mengingatkan dunia bahwa kejujuran, keadilan dan kebebasan adalah lebih dari sekedar kata-kata. Kata-kata itu adalah cara pandang. Jadi apabila kalian tidak melihat apa pun apabila kejahatan pemerintah tetap tak terlihat maka kusarankan kalian tak memperdulikan tanggal 5 November. Tapi apabila kalian melihat apa yang kulihat jika kalian merasa seperti yang kurasa, dan mencari seperti yang kucari maka kuminta kalian berdiri di sampingku, satu tahun dari malam ini di luar gerbang Gedung Parlemen. Dan bersama-sama, kita berikan kepada mereka tanggal 5 November yang takkan pernah terlupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar