Selasa, 10 Mei 2011

Ceracau Tanah

aku mau berkisah tentang negri kalah

yang tanahnya tandus tiada terkira

lama sudah awan mendung tak lagi membawa hujan

sehingga mereka yang memiliki mata lupa

betapa indah warna pelangi sesudah hujan


aku mau berkisah tentang negri belah

yang tetuanya serupa buduk-buduk parlente

yang amboi isi mulutnya

tak lebih baik dari comberan

dimana seonggok tahi pun tak sudi mampir didalamnya


aku mau berkisah tentang negri terjajah

yang rakyatnya menjadi budak layar mini buatan cina

yang konon mereka puja dari hasil berternak keringat di pojok-pojok jalan

sambil mengiba menjual muka

lalu habis tenaga disudut kicau pertanyaan "what is your thinking?"


aku mau berkisah tentang negri resah

yang para pemuda-pemudinya sibuk berlomba untuk jadi badut tenar

karena tak tahu cara lain untuk hidup

selain merengek-rengek minta dukungan menjadi bintang layar kaca

yang pada akhirnya akan diingat sejarah sebagai sampah


aku mau berkisah tentang negri lelah

yang pada setiap harapan dan cita-cita telah tertambat harga

berlomba untuk jadi abdi negara

agar kelak tua tak perlu sengit berebut harta

sehingga dengan santun menunggu antrian kematian


aku mau berkisah tentang negeri gerah

tak ada angin, tak ada air, dan tak ada kenangan

yang menjadi basuh, tetirah dan jalan pulang

semua samar-samar, semua buram

dan akhirnya hilang

merayakan kehancuran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar