Sabtu, 25 Juni 2011

Melodia - Sebuah Puisi dari Umbu Landu Paranggi


Melodia

cintalah yang membuat diri betah untuk sesekali bertahan. karena sajak pun sanggup merangkum duka gelisah kehidupan. baiknya mengenal suara sendiri. dalam mengarungi hidup di luar sana. sekali waktu mesti berjaga dan pergi membawa langkah ke mana saja. karena kesetiaanlah maka jinak mata dan hati pengembara.

dalam kamar berkisah taruhan jernih memberi arti kehadirannya. membukakan diri bergumul dan menyeri hari-hari tergesa berlalu. meniup deras usia mengitari jarak dalam gempuran waktu. tak kan jemu napas berdegup di sini, dengan sunyi dan rindu menyanyi. dalam kerja bergumul suka duka, hikmah pengertian melipur damai.

begitu berarti kertas-kertas di bawah bantal penanggalan penuh coretan. dalam sepenanggungan mengadu padaku dalam manja bujukan. rasa-rasanya padalah dengan dunia sendiri, manis bahagia sederhana. di rumah kecil papa, tapi bergelora hidup kehidupan dan jiwa. kadang seperti terpencil, tapi gairah bersahaja harapan dan impian. yang teguh mengolah nasib, dengan urat biru di dahi dan kedua tangan.


*Umbu Landu adalah sosok misterius dalam dunia sastra Indonesia. Ini adalah salah satu sajak yang susah saya temukan. Ada rasa haru getir dan perih tapi manis yang terpancar. Suatu saat saya hendak bercerita tentang Umbu. Tapi tidak sekarang.

7 komentar:

  1. Ini saya tinggalkan jejak, kalau tidak berkenan dihapus saja. Hahahahaha

    Semakin Kribo saja tulisannya....prikitieuw...

    BalasHapus
  2. ah salam kenal fathur. biar kribo yang penting macan. aum

    BalasHapus
  3. umbu meninggal di akhir tahun 2012, selamat jalan sang gembala.

    BalasHapus
  4. ah kata siapa???

    BalasHapus
  5. umbu masih hidup. beliau di bali

    BalasHapus
  6. Umbu sehat sehat saja walaupun sempat sakit tapi kini beliau sdh sehat walafiat di Bali.

    BalasHapus