Senin, 04 Juli 2011

How " Pasti " Are You?


Universitas Kampret of Cambridge, calon kampus saya :D


Oke, sebelumnya saya ingin mengingatkan bahwa ini bukan tulisan motivasi. Bukan pula tulisan penyemangat yang diharapkan setelah lunas membaca ini kalian akan langsung masuk surga. No, in fact half of this writings is almost shit.

Berawal dari keisengan saya dan kawan-kawan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berkata "Kalau ngerasa pasti bisa, pasti bisa beneran." Saat sedang capek menulis dan membaca. Sekedar penyemangat saat sedang sumpek atau merasa sesak dengan kondisi diri sendiri. Tak disangka mantra itu ampuh untuk membuat saya dan kawan-kawan mencapai apapun yang kami inginkan.

Ada kawan yang berkata Pasti Bisa juara satu Desain. Dan dia menang juara tak hanya juara satu tapi juga juara umum. Ada kawan yang berkata Pasti Bisa lolos beasiswa. Dan dia lolos beasiswa selama setahun. Ada juga seorang bigot kawan saya yang bersumpah akan menziarahi makam tuhan Jim Morrison. And that mother fucker fly to paris and meet his god! FUCK!

Ini bukan kisah "man jadda wa jadda" ala Ahmad Fuadi. Bukan sama sekali. Jika AF adalah fatalis akut yang berhamba pada doa akan menyelesaikan segala. Saya dan kawan-kawan saya merupakan budak matrealisme logis yang bertumpu pada kerja keras dan usaha diri. Rumus Pasti Bisa itu seringkali membuat saya tak percaya. Seperti saat saya bermimpi bisa ikut kelas jurnalisme sastrawi Pantau, atau melancong ke Sulawesi atau menemukan buku langka Amartya Sen. Semua karena keisengan berkata "Pasti Bisa"

Dan ini mimpi saya. Untuk kuliah di Universitas Kampret of Cambridge. Salah satu universitas terbaik dan (termahal di Dunia). Saya ingin belajar bagaimana universitas yang didirikan para desertir Oxford ini melakukan riset, menganalisa dan bagaimana produk penelitian mereka bisa melakukan perubahan kebijakan. Well, saya pasti bisa. Pasti. Entah kapan.

6 komentar:

  1. Aku terbengong-bengong waktu baca blognya mas Nuran pagi ini. Akhirnya dia sudah ke makam Tuhannya!
    Cuk banget lah! Kapan koe? Kapan aku?

    BalasHapus
  2. aku sih taun depan, embuh awakmu, eh salam buat suami. selamat ulang tahun. salam cipok selalu :D

    BalasHapus
  3. Taun depan arep nang ndi?? Wah! Wasyu! Awas koe tak dhisiki nang Amrik dhisik! (amin amin amin)

    Heh! Enak aja cipok bojoku. Bayar!

    BalasHapus
  4. lalu apa yang sudah abang lakukan untuk menuju kesana?

    BalasHapus
  5. Cuk, q wingi interview. Doain kabul ya ke US nya :D

    BalasHapus