Minggu, 03 Juli 2011

James Dauglas Morrison


He said he a lizard king, he can do anything

Saya mengenal Jim Morrison, atau lebih lengkapnya James Dauglas Morrison, dari kakak saya yang pertama. Dia penggemar berat musik jazz dan psydelic yang tentu saja sangat diakomodiasi oleh The Doors nya Morrison. Ada saat-saat dimana pada saat kakak saya sedang suntuk dia akan memutar keras Light My Fire dan Riders on the Storm dengan volume penuh. Well, saat itu saya masih kelas dua SD. Dan buat saya repertoire Light My Fire yang lebih dari tujuh menit itu terlalu bising dan membosankan.

Lalu pertemuan kedua saat saya kuliah dan masuk sebuah organisasi pers. Di sana saya bertemu seorang begundal yang menyaru jadi musisi bernama Nuran. Sekali waktu dia memutar The End nya Doros. Sontak saya kaget, kok bisa ada orang Jember yang kenal dan mendengar The Doors. Mana orangnya relatif muda. Mindset saya saat itu mereka yang mendengarkan musik-musik semacam Jazz, Psydelic, hanya orang-orang uzur yang termakan usia. Ternyata saya salah.

Tanpa sadar saya juga mulai menikmati musik The Doors. Tentu, saya menafikan ketokohan Jim. Buat saya mereka yang terlalu menokohkan, dalam konteks ini band, biasanya band yang akhirnya akan bubar seiring ego dari sang patron. Well, setelah saya mencari tahu tentang Doors. Semakin saya tahu, keberadaan Jim dan Doors serupa dengan keberadaan Atlas dan Dunia dalam mitologi Yunani. Keberadaan mereka terpisah sebagai individu namun saling menyokong satu sama lain.

Sosok Jim adalah sosok mistis, dari tulisan Nuran kawan saya yang pemuja Denie Sakrie itu, Jim memiliki alter ego. Beberapa sosok yang terbangun seiring dengan masa hidupnya. Terkadang ia adalah Mr. Mojo Rising lalu berganti menjadi Jimbo sang pemabuk beralih rupa menjadi Lizard King lalu tiba tiba kembali menjadi James Dauglas Morrison.

Hari ini adalah hari dimana Jim meninggal. 40 tahun lalu di sebuah apartemen, Jim ditemukan meninggal. Tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya. Konon ini hanya isu, bahwa sebenarnya Jim masih hidup dan mengejar mimpi Arthur Rimbaud ke Afrika. Namun satu hal yang pasti sosoknya sebagai James Dauglas Morrison manusia biasa belum pernah terungkap. Ini hanya sekedar pengantar. Nanti kalau sudah selesai meriset akan saya lanjut lagi. Untuk sekarang ini dulu. :D

2 komentar:

  1. "Sontak saya kaget, kok bisa ada orang Jember yang kenal dan mendengar The Doors."

    seharusnya aku yang kaget. emang di bondowoso ada listrik ya kok bisa denger musik?

    BalasHapus
  2. ya kaget, masak muka groupis kangen kaya kamu kenal the doors

    BalasHapus