Selasa, 06 Desember 2011

Karbala Asyura

Ali Syari'ati pernah menulis."Tiap hari adalah Asyura dan tiap tempat adalah Karbala."
Ia sedang merujuk kepada salah satu hari besar dalam perayaan muslim Syiah. Tapi ada baiknya jika kita memulai tulisan ini dengan kesepakatan. Bahwa Syiah dan Sunni adalah saudara. Dan mereka sedang menuju satu tempat yang sama dengan jalan yang, katakan saja, berdampingan tapi tak seragam.

Peringatan Asyura dilakukan dimana saja. Ibu saya dirumah merayakan Asyura dengan berpuasa dan membuat kue. Ini bukan langkah ibadah. Sekedar keinginan pribadi dan perasaan berbagai. Beliau sempat kaget dan tak habis pikir, saat saya bercerita kalau di di Irak dan berbagai negara Islam yang bermazhab Syiah Asyura kerap dilakukan dengan melakukan kegiatan menyakiti diri sendiri.

Di Irak misalnya, banyak orang yang berkerumun dijalanan dan memukul-mukul tubuh mereka sampai berdarah. Ini upaya masokis sebagai bentuk rasa kehilangan dan duka cita mendalam. Kaum Syiah di seluruh dunia meratapi kematian Imam Hussain bin Ali. Imam Hasan dipercaya meninggal di padang Karbala karena kepicikan Bani Umayyah.

Linda Christany menulis bahwa pada masa itu Yazid bin Muawiyah, putra Muawiyah bin Abu Sofyan (orang yang pernah sangat membenci Rasulullah), memaksa siapa pun untuk mengakuinya sebagai khalifah. Tentu hal ini ditentang para ulama dan tokoh agama karena alasan yang saat itu sudah banyak diketahui.

Yazid dikenal sebagai seorang yang destruktif, despotik, perampok, dan penista kaum perempuan.Ia kerap memaksakan kehendaknya dengan kekerasan dan ancaman. Dan saat itu hanya Imam Hussain, satu-satunya yang menolak tunduk pada tirani Yazid.

Setiap perlawanan akan menimbulkan tumbal dan martir. Setelah sebelumnya Imam Hasan dibunuh akibat diracun istrinya, yang juga kerabat Muawiyah bin Abu Sofyan. Imam Hussain merasa tak ada kemungkinan berkompromi pada tiran yang kejam.

Imam Hussain lantas memutuskan hijrah dari Medinah menuju Khufah. Bersama 30 orang penunggang kuda, 40 pejalan kaki dan banyak anak-anak. Di Karbala, dekat Najaf, Irak Selatan, 30 ribu pasukan Yazid menghadangnya. Mereka membantai Hussain dan keluarga serta pendukungnya itu. Dan kejadian ini kelak akan selalu dikenang para kaum syiah sebagai Peristiwa Karbala.

Apakah Imam Hussain tak menyadari bahwa maut sedang mengintai nyawanya?

Tidak. Bahkan sejarah mencatatkan keberanian Imam Hussain lewat Muhammad Ali Hanafiah, saudara tirinya. Saat itu Imam Hussain berada di Madinah dan sedang bersiap melakukan hijrah. Saudara tirinya telah berupaya segala cara agar Imam Hussain tak pergi dan tetap di Madinah.

Namun dengan tegas Imam Hussain berkata. "Sungguh aku lebih memilih kematian dengan cara kesyahidan ketimbang harus hidup dengan seorang penindas penuh aib dan kehinaan,"

Imam Hussain yang merupakan putra Ali Bin Abi Thalib, yang juga merupakan cucu Rasulullah. Dibantai secara keji oleh Azid bin Muawiyah, Ubaidillah bin Ziyad, Syimir bin Dzil Jaushan dan para pendukung bani Ummayyah di padang Karbala. Ia dibunuh secara berkeroyok, lalu kepalanya dipancung dan dipamerkan agar seluruh pendukung Imam Hussain kecut nyali.

Namun hal ini justru melahirkan clash. Dalam A short History of Moslem yang ditulis Karen Armstrong ini merupakan Fitna ke dua yang memecah umat islam menjadi dua faksi. Sunni dan Syiah. Kelak Fitna-fitna baru semakin memecah umat islam dan menggenapi sabda Rasulullah bahwa Islam akan terpecah menjadi banyak golongan.

Linda Cristanty juga menuliskan "Apa pun kata dunia tentang orang-orang Syiah, kita harus ingat bahwa mereka yang membantu kakek moyang kita. Bahkan orang-orang Sunni yang menyatakan diri mewarisi ajaran Muhammad, semuanya melarikan diri." Sepertinya saya percaya. Klaim bahwa Sunni sebagai ahlus sunnah wal jamaah, atawa pewaris ajaran nabi perlu ditinjau ulang.

Namun saya sendiri percaya bahwa Asyura berasal dari bahasa Arab asyara yang berarti sepuluh. Bapak saya dulu pernah cerita bahwa Asyura sangat istimewa karena beberapa alasan. Pertama Allah menciptakan jagat raya pada hari kesepuluh, menciptakan Adam, Menciptakan Jibril, Kelahiran Nabi Ibrahim, kesembuhan Nabi Ayub, diselamatkannya Musa dari Firaun dan sisanya saya lupa. Dalam banyak hal, Asyura adalah kompilasi hari dimana banyak rahmat diberikan kepada manusia.

Karbala. Asyura. Serangkaian darah dan kesadaran pengorbanan. Apa yang lebih tengik dari itu?

*naskah sebagain merupakan rekonstruksi dari tulisan Linda Christanty yang berjudul sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar