aku mau berkisah tentang negri kalah
yang tanahnya tandus tiada terkira
lama sudah awan mendung tak lagi membawa hujan
sehingga mereka yang memiliki mata lupa
betapa indah warna pelangi sesudah hujan
aku mau berkisah tentang negri belah
yang tetuanya serupa buduk-buduk parlente
yang amboi isi mulutnya
tak lebih baik dari comberan
dimana seonggok tahi pun tak sudi mampir didalamnya
aku mau berkisah tentang negri terjajah
yang rakyatnya menjadi budak layar mini buatan cina
yang konon mereka puja dari hasil berternak keringat di pojok-pojok jalan
sambil mengiba menjual muka
lalu habis tenaga disudut kicau pertanyaan "what is your thinking?"
aku mau berkisah tentang negri resah
yang para pemuda-pemudinya sibuk berlomba untuk jadi badut tenar
karena tak tahu cara lain untuk hidup
selain merengek-rengek minta dukungan menjadi bintang layar kaca
yang pada akhirnya akan diingat sejarah sebagai sampah
aku mau berkisah tentang negri lelah
yang pada setiap harapan dan cita-cita telah tertambat harga
berlomba untuk jadi abdi negara
agar kelak tua tak perlu sengit berebut harta
sehingga dengan santun menunggu antrian kematian
aku mau berkisah tentang negeri gerah
tak ada angin, tak ada air, dan tak ada kenangan
yang menjadi basuh, tetirah dan jalan pulang
semua samar-samar, semua buram
dan akhirnya hilang
merayakan kehancuran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar