Senin, 13 Desember 2010

Tentang Ning yang Ku Tahu


Dalam hidup saya meyakini tidak ada cewek seperti ranger pink. Jago silat, pinter dan cakep. Tapi tuhan selalu punya lelucon yang tidak selesai. Ia menciptakan Riskaning “Suning” Dianti. Ibarat mobil, Suning itu Humvee, eksotis tapi besar. Dan ini kisah tentang dia.

Halaman parkir gedung Sutarjo penuh sesak dengan orang. Kedua pintu di sisi sebelah selatan gedung itu dibanjiri oleh orang. Para pemuda-pemudi yang memakai baju toga itu berdesakan dengan berbagai macam orang. Ada yang membawa orang tuanya, kekasihnya, ada pula yang diseret oleh tukang foto wisuda. Disekeliling halaman parkir itu muncul lapak-lapak foto dadakan yang dibangun seadanya. Sebagian besar para pelaku wisuda disana tersenyum lepas, beberapa bingung dengan ponsel menempel di pipi. Di tengah lapangan ada dua lajur karpet yang dijejer melintang, diatasnya terdapat foto para pelaku wisuda yang dipotret pagi sebelumnya. Matahari terik bersinar tepat diatas ubun-ubun. Suasana riuh ramai karena suara tukang foto berpadu dengan teriakan keceriaan para pelaku wisuda. Universitas jember saat itu sedang melaksanakan upacara Wisuda periode Ke dua untuk tahun 2010.

Tulilit tulilit. Ponsel saya berbunyi. Sebuah sms, “beh kamu dimana? Aku disebelah timur deket kursi, lagi duduk capek” bunyi sms itu. Saya bergegas melaju kearah utara, lalu menuju pintu sebelah kanan dari lapangan parkir Gedung Sutarjo itu. Saya celingak-celinguk, keluar-masuk, tapi wajah orang yang saya cari tak kunjung muncul. Saya mengeluarkan ponsel saya, lalu mencoba telepon. Tetapi kemudian tenoot, lowbat, kemudian mati. “juancuk” seru saya. Selalu saja mati di waktu yang tak tepat.

Sehari sebelumnya..

Sudah dua hari saya sakit perut, maagh yang selalu kumat kalau saya nekat gak makan seharian. Beberapa hari terakhir saya sedang berambisi menyelesaikan game Final Fantasy XII, game real playing game besutan SquareEnix. Dan berakibat berkurangnya porsi makan. Walhasil Saya sedang meringkuk diatas kasur memegang perut, saat 7610 saya berbunyi. Sama seperti hari sebelumnya Ning menghubungi saya via sms, kali ini pukul 10 malam. Mengingatkan bahwa besok dia mau Yudisium. Saya wajib hadir, dia pengen ngerasain difoto pake “kamera bagus”, maksudnya Nikon D90 saya. Kasian, memang dia kaum duafa yang fakir jepret. Padahal saya sudah berulang kali bilang, kalo motret dia itu merusak komposisi, selalu gak seimbang, dan butuh lensa yang Wide. Tapi tetep saja ngotot, Ya sudah apa boleh buat demi kecintaan saya pada kelestarian ragam fauna indonesia, saya rela memotret dia bersama kawanan-nya

Ning adalah representasi nyata dari Jaiko. Adik giant yang tembem dan ginuk-ginuk. Ia adalah gadis yang menyenangkan, murah senyum dan seperti memiliki stok positive attitude dua ton. Saya jarang melihat ia muram atau marah, mungkin hanya 3 kali saya melihat ia begitu. Saat pertama kali bertemu di kampus FISIP, saat pertama kali kerja sama dalam tim dan saat ia dipaksa wisuda secara prematur. Sikap itulah yang barangkali membuat saya jatuh cinta sampe mati dengan gadis ini. She is natural born adorable girl.

Detik itu juga saya dikejutkan dengan fakta bahwa dalam 2 hari Suning akan lulus. Akan keluar dari kepompong perkuliahan almamater Universitas Jember. Dan berjibaku dengan banyak orang untuk melepaskan status sebagai pengangguran terdidik. Namun bukan tentang pengangguran yang saya pikirkan, tetapi fakta bahwa dia akan lulus dan meninggalkan saya. Apa yang lebih buruk dari perpisahan?

Ning adalah pelangi. Dia memiliki banyak hal yang akan membuat anda kagum, kesal, iri dan mencintainya tanpa syarat. Pada satu sisi ia adalah pribadi yang disiplin, taktis, konsisten dan ulet. Namun disisi lain dia adalah pribadi ceroboh, panikan, dan mudah marah. Segala macam perasaan itu bertemu, bertumbuk dan membentuk ekstasi tersendiri. Ya seperti perasaan anda bertemu dengan senja yang dilihat sesaat. Menyilaukan, sempit dan buang-buang tenaga.

Ning adalah langit yang memudar saat mendung. Mundur ke masa-masa 4 tahun lalu saat kami berkenalan secara formal, pada awal masuk UKPKM Tegalboto. Sebuah Unit Kegiatan Pers tingkat Universitas Di Jember, meski pada akhirnya saya baru menyadari kalau sekret organisasi itu lebih mirip sarang penyamun gagal daripada markas kaum intelektuil. Saat itu saya mengenal Ning sebagai sosok pemalu, yang selalu bersembunyi dibalik sahabatnya Widya (Idz). Ia lebih banyak diam, berbisik pada Idz, dan sedikit sekali berinteraksi dengan anggota kelompok yang lain. Awalnya saya kira dia menderita gangguang mulut sehingga susah ngomong atau memang dia seorang pendiam (dan suatu saat saya mengutuk pemikiran saya ini). Entahlah, yang jelas saat itu saya tidak memperhatikan Ning, saat itu Ning hanya sekedar figuran karena tokoh utamanya adalah Idz.

Ning adalah seorang sahabat yang pekat. Sementara Idz adalah seorang gadis manis berhidung tidak mancung. Sangat menarik perhatian lelaki Jablay macam saya. Saya lebih memandang Idz saat itu dan melupakan keberadaan Ning. Malah saat itu saya pikir ia hanya pengganggu saja. Karena dimana ada Idz selalu ada Ning. Namun ekspektasi saya mengenai Ning hancur berantakan saat kami bekerja dalam tim untuk pertama kalinya. Penggarapan sebuah Buletin. Ning adalah salah satu orang yang ikut berperan didalamnya. Ia tidak sukses menulis, namun saya melihat kesungguhan kerja keras dari matanya. Matanya adalah api. Jika anda pernah membaca Musashi karya Eiji Yoshikawa. Maka Ning adalah penganut Bushido yang paling taat. Ia gagal dalam proyek buletin pertama kami, namun ia sukses menyindir ego saya lewat kerja kerasnya yang teramat sangat.

Ning adalah sepasang mata yang menelanjangi. Kami jadi sering bertemu sejalan karir yang terus menjulang pada UKM tersebut. Yah, biasa sebagai pria berbakat, rendah hati, sedikit tampan dan cerdas macam saya. Diklat dasar magang saat itu cuma sekedar sarapan (padahal berat koyok asu, sumpah pada Rafli dan Dyah semoga mereka sukses!). Hampir setiap sore kami bertemu, mulai bertukar sapa, mulai banyak berbincang, dan mengenal satu sama lain. Sungguh momen syahdu yang mungkin sangat saya rindukan suasananya. Perlahan tapi pasti saya mulai mengenal Ning dan Ning sudah tau segala sifat saya dalam sekali lihat. Bahwa saya adalah seorang “megalomaniak pembual yang gak tau diri”.

Ning adalah seorang seniman. Saya yakin itu, karena dalam setiap karya yang ia buat. Ia tidak pernah setengah-setengah. Selalu total dan bertanggungjawab. Maka bukanlah sebuah kejutan jika ia pada tahun 2008 lalu memenangi kompetisi desain poster KPK yang diadakan di Jember. Ia tidak memenangi 1 tetapi 2 gelar sekaligus. Sebagai Juara 3 dan juara Favorit lomba poster KPK. Saya ingat sekali, sehari setelah pengumuman yang juga bertepatan dengan Ulang Tahun saya dan Mas Widi. Ia mentraktir saya Pizza Hut. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan karena saya sebelumnya belum pernah menimatir 'Roti Umbel" tersebut. poor me

Ning adalah seorang Jenderal bintang Lima. Jika anda pernah mendengar Student Journalistic Festival, sebuah ajang pertemuan pers siswa SMA sekarisidenan besuki. Maka anda harus pula mengenal Ning. karena dia adalah seorang mastermind yang menggerakan kami awak tegalboto untuk bekerja keras demi mensukseskan acara itu. Ning adalah seorang motivator yang unik, dia selalu mendorong saya dan teman-teman untuk berusaha lebih keras dengan mengucapkan kata-kata sarkastik, sindiran dan ejekan maut. Namun itu semua tak ada apa-apanya dibandingkan dengan lirikan maut yang ia lakukan kalau sedang sangat kesal. sebagai imajenasi, taukah anda karakter Dolores Umbridge dalam Harry Potter seri ke 5? Bayangkan wajah sangar menyebalkan itu sedang melirik dengan perasaan dua kali lebih menyebalkan daripada sifat Ebenezer Scrooge dalam kisah Christmas Carol Charles Dickens. Well, buat saya lebih baik dirajam dan disuruh makan ban lebih baik daripada menerima tatapan mata sinis itu.

Ning adalah sebuah paradoks. Bekerja dengannya sama dengan bekerja dengan Yahudi ditambah efisiensi orang Jepang dan kejamnya Margaret Tatcher. Ia seroang biadab yang tidak mengenal apologi, jika anda sudah menyanggupi, maka anda harus bekerja sangat-sangat-sangat keras untuk memenuhi ekspektasi seorang Ning. Dan siapkan mental anda untuk dihina begitu rupa jika gagal, namun jangan harapkan pujian. Karena sebuah komitmen tanggung jawab buatnya adalah keharusan.

Ning lahir 23 Juli 23 tahun yang lalu di Bondowoso. Ironis memang, ia lahir di kota yang sama dengan saya. Namun memiliki perilaku dan perangai yang berbeda 180*. Dalam hidup, saya tidak pernah digampar dan dipermalukan oleh perempuan. Meski saya malu-maluin. saya selalu bersikap sangat cool dan bergaya penuh kelas. Namun dihadapan seorang ning, semua representasi saya tadi dihancurkan berkeping keping. Malah Ning memiliki a very famous Quotes about me. "lontong diketok-ketok, dadi wong kok ngomong tok" tambahkan sedikit tamparan di muka. Well, saya rela menjadi Ignacio dalam Nacho Libres. rela Lillahitallah gak pake spandex dan pake cawet saja. rasanya itu lebih mulia daripada di hina gadis ini. and truth is bitter right?

Ning adalah sebuah harapan yang tak usai. Salah satu hal yang mungkin layak mendapat predikat buruk dari seorang Ning adalah sikap ceroboh dan panikannya. Ning adalah seorang paranoia nomor satu jika melihat perencanannya mengalami gangguan. ia bisa menjadi sangat annoying dan histeris jika hal yang diharapkannya tidak sesuai rencana. Walhasil kita semua yang berada didekatnya merasakan dampak tersebut. Mulai dari ikutan panik, marah dan gemas. Bakat buruk lainnya adalah ning suka menjatuhkan suatu barang tanpa sebab. Ini adalah bakat buruk yang sering membuatnya berurusan dengan kerusakan barang. mungkin itu saja kelemahan Ning. dan jika anda sekalian pikir pantat besar Ning adalah kekurangan, maka terkutuklah kalian dalam lubang neraka paling jahannam. Pantat itu adalah sumber inspirasi dunia, jika Da Vinci dan Monet masih hidup. Mereka akan menjadikan pantat Ning sebagai sebuah magnum opus!

Adalah saya, Dinda, Talitha, Idz, Mas Widi, mas Dedy, dan mas Kresna adalah serangkaian korban kangen yang dilukai Ning. Ia begitu tega lulus dan meninggalkan kami. Tapi meminjam lagu buruk bagus dari Cinderella, Coming Home, 'I see the fire in your eyes, but a Woman's gotta make her way'. Ning adalah seorang wanita dewasa yang tau akan masa depannya. She is Rockstar. Dia akan memenuhi mimpinya untuk keliling indonesia, menjadi Bupati Gresik, dan Melayout Ulang tampilan lembaga sensor film sebelum sebuah film di putar dibioskop.Dia selalu mempunyai sejuta cara untuk berkarya, sejuta cara untuk mendorong sahabatnya, sejuta cara untuk selalu ceria. dan Ning is my alltime hero. kalo anda?

Kamis, 09 Desember 2010

Got into trouble? This song maybe help you!

Saya adalah tipikal orang ceroboh yang cenderung melakukan tindakan tolol berulang kali. Dan kali ini saya berulah didepan teman perempuan - yang puji tuhan – saya sukai. Anda tidak perlu tahu apa ketololan itu, cukup saya, dia, sepasang malaikat kami dan Tuhan saja yang tahu.

Bagaimana anda meminta maaf? Banyak sekali cara meminta maaf mulai dari menyorongkan dan menggengam telapak tangan lawan anda, memberikan bunga, traktir makan dan berdiri semalaman di tengah hujan didepan rumah orang yang anda lukai perasaannya. Saran terakhir adalah saran paling Punjabi ala FTV yang sangat membutuhkan mentalitas muka tembok dan obat masuk angin yang banyak. Saya tidak bisa melakukannya, meski tubuh saya besar, saya mudah masuk angin. Berdiri semalaman ditengah hujan sama dengan bunuh diri buat saya.

Puji tuhan sekali lagi karena Allah yang maha baik memberikan saya seorang teman cabul sengit nan baikhati bernama Aunurahman Wibisono. Ia memberikan saya solusi sesat untuk minta maaf. Yaitu dengan memberikan sebuah CD kompilasi lagu! Ya memang teman saya itu diutus Tuhan kemuka bumi ini memang bukan untuk memperbaiki amal ibadah kita yang rusak, atau menyelamatkan umat manusia dari global warming, apalagi menjadi seorang patron penggerak revolusi. Tidak, dia hanya berguna sebagai tukang ojek, travelogue imbisil, mafia inbox keparat dan pengamat musik profesional amatir. Itu saja lainnya tidak.

Salah satu elemen penting dari meminta maaf adalah kesungguhan dan keinginan untuk merubah diri serta komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Nah jika anda berniat untuk meminta maaf dengan jalan memberikan CD kompilasi lagu untuk meminta maaf, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah menyadari kesalahan apa yang anda lakukan. Misal; saya dan mulut besar saya seringkali melakukan kesalahan dengan kata-kata kasar dan keras. Nah sesuaikan lagu yang akan anda berikan dengan tema tersebut, simple isn’t it?

Nah elemen berikutnya adalah tunjukan bahwa anda tidak nyaman dengan kesalahan yang anda buat dan ingin segera berbaikan. Nah tunjukan atau berikan alasan kenapa anda sangat ingin minta maaf, dengan penjelasan yang jelas dan logis (atau dalam khasus saya apa yang membuat saya tidak ingin kehilangan dirinya). Misal; jika anda suka dengan sifatnya yang manja, keras kepala atau bahkan sikap cueknya. Manifestasikan rasa suka tersebut dengan lagu yang memiliki syair yang sesuai.

Elemen terakhir adalah meyakinkan bahwa dia bahwa anda memang pantas dimaafkan? Bagaimana caranya? Nah itu adalah rahasisa Tuhan yang paling seksi, anda harus paham benar bagaimana alur berfikir, sifat dan keinginan dari orang yang anda sakiti tadi. Dengan begitu anda bisa meyakinkan dia bahwa anda adalah orang tolol yang pantas dimaafkan. Nah saya sendiri sudah membuat beberapa lagu kompilasi yang akan saya kirimkan sebagai permintaan maaf padanya. Sedikit bocoran dari 20 lagu yang saya kirim, semoga bisa membantu anda dalam usaha minta maaf.

1. Hitamku – Andra And The Backbone


Hitamku adalah nomor pembuka yang baik, jika anda memang sudah sangat ancur dan bikin kesalahan tak tertolong lagi. Intinya bikin kesalahan yang cuma kanjeng Nabi Muhammad bisa maafin. Lain manusia tidak. Andra boleh jadi telah bikin keributan yang sangat luar biasa sehingga ia bisa membuat atmosfer hopeless yang cenderung masokis tapi masih sok-sok an kuat. dalam liriknya. Liat aja liriknya

Maafkan Kata Yang Tlah Terucap

Akan Kuhapus Jika Ku Mampu

Andai Ku Dapat Meyakinkanmu

Ku Hapus Sikapku


2. Senandung Maaf – White Shoes and Couples Company


Nah lagu ini boleh jadi sedikit membentuk mood untuk lebih rileks. Suara merdu Aprilia Apsari akan mereduksi es yang telah membeku. Mencairkan kemarahan dan sedikit memberikan nuansa renyah pada hati yang duka, ceile berat! Nah sebuah ikrar dan permohonan maaf yang tulus, syairnya sangat puitis menurut saya. Mengingatkan sajak-sajak dari tanah melayu. Yang manja, malu-malu dan sarat makna.

Toreh kisah senandung kasih

Maafkan tuan aku berjanji

Tak mau menuai murka

Untukmu oh kawan


3. Jamie Cullum – Blame it on my youth



Kita semua pernah muda! Kecuali anda terlahir macam Benjamin Button, lagu ini adalah apologi paling manis bahwa kesalahan yang kita buat memang karena kita masih muda. Selain bagus untuk minta maaf lagu karya Oscar Levant dan Edward Heyman pada 1934 ini merupakan salah satu lagu rayuan paling maut yang saya tau. Dan tentu saja semua pembelaan, karena kita pemuda masih suka bikin onar dan masih suka grasah-grusuh!


If, you were on my mind, all night and day, blame it on my youth

If, I forgot to eat, and sleep and pray, blame it on my youth


4. Misssing – Eliza Doolitle


Eliza Doolitle - meminjam ungkapan Abdul and The Coffe Theory - adalah seorang gadis dengan suara yang loveable. Suaranya catchy yet crunchy! Dengan tempo yang mirip hiphop, pendengar diajak untuk memperhatikan tiap tekanan pada kata-katanya. Which is good to you. Lagu ini representasi elemen ke dua, memberikan alasan pada orang tersebut untuk memaafkan kita.

I know there's a million people like me

I'm sure a kick up the bum's all we need

We plan but it never comes true

All I need is somebody like you


5. Seperti – Plastik



Puji Tuhan pada siapapun yang naruh lagu ini di komputer Tegalboto. Suara Ipang pada masa muda yang sangat luarbiasa. Dimana ia –menurut saya- memiliki kualitas suara mirip dengan Chris Cornell dari Soundgarden/Audioslave. Lagu ini adalah sebuah teriakan putus asa, sebuah penggambaran cerdas untuk menolak eskapis menye-menye. Meminta maaf dengan segala resiko yang ada. Lagu yang seolah-olah ingin berkata be a gentleman! Kalo dibaca benar-benar ini bukan lagu minta maaf, tapi lagu tentang kemarahan. Well semua rasa marah awalnya dari kesalahan. Dan setiap kesalahan membutuhkan sikap perbaikan diri dan maaf kan?


Bagaikan hujan, bagai bunga matahari

Bagaikan mendung, bagaikan sinar pelangi

Bicaralah... bicaralah semaunya

Atau marah... jangan diam


Namun perlu diingat. Permintaan maaf ibarat sebuah doa. Bisa dikabulkan segera atau bahkan anda akan diazab dengan amat pedih. Maka kesungguhan adalah modal awal yang paling penting. Nah itu saja dulu, semoga berkenan.