Untuk Dodik Yulianto
Kau pernah berkata padaku jangan takut menerjang ombak
karang yang keras takan mampu lukai hati yang serak
kau suruh aku mendaki bukit paling terjal dan meludahi segala rintangan
karena kau percaya, aku yang mereka sebut pesakitan ini
akan mampu sudahi tantangan
kau sahabat lekat serupa langit dan ujung awan itu
bertautan tak hendak lalu
merobek bendera putihku dan memaksaku melaju
"deru deru deru campur debukibaskan segala luka dan ilalang keringdibalik terjal malam ada cahaya siang"ujarmu di waktu subuh.
sementara telah tuntas langit kau takik
bukit kau daki
samudra kau terjang
O yang bijak
O yang terang
O yang menyejukan
padamu aku berkata, aku rindu kau saudaraku
* Senin 24 Maret 2011, Saat perut lapar dan undangan makan ditinggalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar