“In solitude we give passionate attention to our lives, to our memories, to the details around us.” Virginia Woolf
Percayalah, aku jatuh cinta dengan segala sedu sedan kemanjaan Annelies yang dengan sempurna dilakonkan Pram dalam kata-kata. Membuat saya mabuk kepayang dan kelimpungan. Apakah benar ada gadis sesempurna itu di dunia? Dengan segala manja, kecerdasan, keras kepala, tak kenal takut dan hati tulusnya?
Tapi tuhan selalu punya lelucon yang tak selesai. Pada suatu sore yang tak terlalu lampau auh dari malam ini. Aku mengenal seorang gadis dengan poni lucu dan suara lembut. Gadis itu menyebut dirinya Ratih. Ya, gadis itu kamu. Kamu yang pernah menjadi teman baik dan dekatku
Apa kabarmu? Dalam doa paling sederhana kuharapkan kau baik-baik saja. Sungguh hanya doa tulus atas kebahagiaanmu yang bisa kulalukan. Karena kupikir aku tak lagi punya kuasa pada hidupmu atas apa yang telah kulakukan padamu. Ya aku ingat, dengan sangat keji aku telah berbuat jahat padamu.
Aku belum sempat mengucap maaf secara langsung. Sungguh, aku tak hendak menyakiti kau. Kau yang diberi tuhan hati sangat baik, senyum paling indah dan perasaan tulus. Mana mungkin dengan sengaja hendak kuremuk redamkan? Jikalau ada manusia tengik itu, biarlah semoga aku saja.
Taukah kau apa yang paling kurindukan? Adalah bisik sapa dan suara sengau tawamu yang bahkan para parkit tak mampu tandingi indahnya.
Tetapi bukankah segala musim telah mendewasakanmu sekarang? Kau jadi lebih dewasa sekarang. Lebih cantik. Lebih baik dan lebih anggun. Kerudung yang kau gunakan, meraut kecantikanmu hingga sangat tajam. Bahkan sempat menggoresku sedikit.
Apa kabar Ratih? Apakah kau bahagia? Semoga demikian. Sampaikan salamku untuk ibumu dan doa tulus untuk ayahmu. Segala macam kebaikan hendaknya selalu erat menempel pada mereka. Seperti tulus cintamu pada mereka.
Hari ini kau ulang tahun

satu-satunya gadis yang dengan sadar mau berpacaran denganmu. Aku salut padanya, hihihihi...
BalasHapushahaha ce ce te! :D
BalasHapus