Minggu, 20 Maret 2011

Kepada ia Yang memiliki Hari Pembalasan

untuk ASB

Aku tahu kelak ditanah penghakiman, aku akan menjadi salah seorang diantara pengecut.
Yang rela menjual ayah, ibu, saudara, istri dan anak demi sedikit keselamatan.

Aku tahu kelak ditanah pengadilan, aku akan menjadi salah seorang diantara pengkhianat.
Yang rela menagih segala hutang, janji, amanat demi sedikit pengampunan.

Aku tahu kelak ditanah Pembalasan, aku akan menjadi salah seorang diantara pesakitan.
Yang rela berdusta dengan kata, namun tak bisa, karena sepasang tangan, kaki, mata dan telinga akan bersaksi dengan kejujurannya sendiri.


Aku tahu kelak ditanah penyucian, aku akan menjadi salah satu diantara pendosa.
Yang direbus, dibakar, disiksa dengan segala kepedihan atas semua dosa secara seksama.

Aku tahu kelak di tanah penghabisan, aku akan menjadi salah satu diantara para pendusta.
yang pernah bersumpah tentang satu tuhan satu juru selamat, namun tak pernah meyakininya.

Aku tahu kelak di tanah pembuangan, aku akan menjadi salah satu diantara para celaka.
Yang melena saat muda, membuang masa jaya dan menuruti segala iba.

Aku tahu kelak di tanah penistaan, aku akan menjadi salah satu diantara para terkutuk.
yang meratapi kehidupan, segala waktu, usia dan penantian. dengan segala kesia-siaan.

Aku tahu kelak di tanah penghinaan. segala puisi dan kata-kataku tak berguna di depan Ia yang maha adil.
karena akhirat tak butuh penyair, fasik dan kafir.
akhirat hanya butuh kesaksian, kepada yang dua dan pelaksanaan yang lima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar