Minggu, 20 Maret 2011

Mengenai Cinta (lagi?) yang Kukira Sudah Tamat Kuhadapi


: Untuk R

Terima kasih R, atas segala perhatian dan surat balasan yang kau buat. Aku sangat menghargainya, sangat senang dan bahagia kamu mau membalas surat konyolku itu. Dan jika boleh aku memohon maaf sekali lagi, aku memajang suratku untukmu di Blogku, dengan nama samaran R. karena entah mengapa kupikir itu bagus, untuk seorang teman yang sedang diambang keraguan. Kiranya banyak yang lebih bermasalah dengan cinta daripada aku ini. Tapi tenang saja surat balasanmu aku simpan rapi baik-baik dalam tempat rahasisa yang mungkin hanya aku, kedua malaikat dan Tuhan saja yang tahu.

Apa kabar R? Sekali lagi aku harapkan kau baik-baik saja disana. Seringkali aku merasa melankolis dengan keadaan seseorang. Bukan karena menjadi lemah atau menye-menye, hanya saja, kekhawatiran pada seseorang membuat kita menjadi terlalu peduli atau bahkan posesif. Tetapi bukankah posesif itu baik dalam kadar tertentu. Posesif mengingatkan manusia untuk menengok kedalam hati bahwa ada bagian dari diri kita yang ingin melindungi orang lain.

Dalam hari-hari terakhir ini aku semakin hari merasa semakin dekat dengan mendung. Aku semakin menyukai warna gelap yang dilahirkannya. Mungkin kau sudah tahu kalau kota ku, Jember dan Bondowoso menjadi daerah yang menerima muntahan abu vulkanik dari Bromo. Jadi selama beberapa terakhir ini kotaku jadi mendung. Segalanya menjadi temaram seperti hari yang berganti malam. Mendung selalu saja begitu, selalu saja adil membagi warna. Tak ada yang menonjol, mendung menciptakan gradasi warna abu-abu yang begitu ritmis. Perlahan dan tanpa tendeng aling aling. Tetapi mendung ini mendung yang jahat, ah mungkin tidak jahat, mendung yang kurang baik. Mendung yang diciptakan dari abu vulkanik Bromo.

Bromo, gunung yang indah itu, belum juga aku sambangi. Apakah kau sudah pernah ke sana R? Gunung yang Indah ku pikir. Gunung yang memiliki banyak sejarah dan kisah. Tahukah kau? Jika Bromo adalah gunung bagi kaum pelarian Majapahit yang menyingkir karena menolak memeluk agama Islam. Juga mengenai legenda pendiri penduduk desa Tenger. Roro Anteng dan Joko Seger. Tahukah kau kisah mereka R? Kisah tentang pengorbanan mereka terhadap Gunung Bromo yang meminta tumbal anak bungsu dan anak yang paling disayangi oleh Roro Anteng dan Joko Seger. Kisah mereka kupikir pilu sekali, seberapa jauh kamu akan mengorbankan cinta.

Cinta kan tidak melulu tentang lelaki dan perempuan? Seringkali kita menolak memahami cinta secara utuh. Cinta hanya polesan, semacam gincu untuk rasa kesengsem pada lawan jenis. CInta yang timbul sekedar karena usaha pemenuhan nafsu.Cinta semacam ini adalah cinta yang kejam R. Cinta yang semoga kau tak pernah mengalaminya.

Entah mengapa aku menjadi sangat resah atau kata anak muda jaman sekarang. Galau. Mungkin benar, galau adalah perasaan paling sial yang bisa dirasakan manusia. Bagaimana tidak sial? Galau merusak segala tatanan definisi perasaan yang kita kenal. Dalam galau segalanya menjadi rancu R. Galau menciptakan suasana tenang tetapi merasuk pelan-pelan dalam dada kita. Mengembangkan perasaan takut, dendam, cemburu, marah dan kebencian. Seringkali galau itu destruktif. Atau mungkin aku saja yang terlalu hiperbolis. Yang jelas aku galau, galau memikirkanmu. Galau terhadap segala tentangmu.

Beberapa hari kemarin aku membaca buku dan puisi Rabindranath Tagore. Entah kenapa seperti sedang mengerti perasaanku. Maaf R, aku tak tahu cara mendekati wanita. Memperlakukan mereka dengan baik dan membuat mereka nyaman denganku. atau dalam hal ini, aku tak tahu bagaimana cara menjelaskan perasaanku padamu. seringkali malah berakhir menjadi hal yang memalukan, menyebalkan dan membuatmu tak nyaman. maafkan R, dalam hidupku yang seperti ini. Aku jarang jatuh cinta, mungkin hanya beberapa kali. karena seperti yang kau tahu, aku tak percaya cinta. hanya sekedar kasmaran. tapi kepadamu entahlah, sepertinya perasaanku berbeda. Semoga ini bukan dorongan hormon belaka, tapi rasa tulus ingin berbagi kebahagiaan padamu.
THE CLOD AND THE PEBBLE
“Love seeketh not itself to please,
Nor for itself hath any care,
But for another gives its ease,
And builds a heaven in hell’s despair.”
So sung a little clod of clay,
Trodden with the cattle’s feet,
But a pebble of the brook
Warbled out these metres meet:
“Love seeketh only Self to please,
To bind another to its delight,
Joys in another’s loss of ease,
And builds a hell in heaven’s despite.”
Tagore tidak pernah kenal kamu R. Karena dia telah mati 7 Agustus 1941. Setahun setelah Hitler memutuskan untuk mencaplok seluruh eropa dan memulai Genosida. Tapi bukankah itu tak penting R? segala yang ada pada dunia ini jadi tak penting buatku. Aku kasmaran. Aku -meminjam istilahmu- jatuh cinta. Jatuh cinta pada pandangan matamu, kesederhanaanmu, wajahmu. Kasmaran itu adalah sebuah perasaan dimana kamu merasa begitu rindu, senangm, nyaman, ingin melindungi dan membahagiakan orang yang kamu kasihi. entahlah, dan orang itu dalah kamu R.

Maafkan aku R, jika akhir-akhir ini aku selalu SMS kamu. Mengirim pesan singkat, entah tentang kabar, puisi, kata-kata motivasi dan doa. Mungkin itu mengganggu kamu, aku minta maaf. tetapi orang yang kasmaran tak punya akal R. mereka hanya tahu cara untuk menunjukan perhatian dan perasaan. meski seringkali dengan cara yang kampungan. Aku pikir kamu sebal karena kau hanya SMS dan tidak menelpon kamu. aku masih belum punya nyali untuk melakukan itu R.

Aku adalah Quasimodo. Siburuk rupa rendah diri yang terlalu takut menyakiti pesona Esmeralda yang cantik sempurna. Aku tidak gombal R. ya mungkin kamu tidak cantik sempurna. Allah mengatakan bahwa perempuan tercantik di Dunia adalah Ratu Zulaika yang menggoda Nabi Yusuf. dan aku percaya itu. Kamu mungkin tak secantik dan sesempurna itu. Tetapi kamu punya kesederhanaan anggun yang membuat matahari redup dan pelangi bersembunyi.

Maaf R. aku hanya kasmaran. Padamu...

1 komentar:

  1. jatuh cinta pada pandangan pertama? aku kira itu hanya ada di sinetron murahan dan novel picisan. Ternyata juga terjadi padamu toh :D

    BalasHapus