Sabtu, 29 Oktober 2011

The Bahamas - Pesta




Hampir setiap hari selama seminggu terakhir ini saya mendengarkan Pesta nya The Bahamas dengan volume tear your fuckin ear off! Hell yeah. Musik adalah eskapis paling waras dan cerdas, buat saya, jika sedang sumpek atau tertekan.

Siapa The Bahamas? Band ini berdiri tahun 2001 dengan formasi awal Conat (gitar, vokal), Moro (drum) dan Robin (bas, vokal). Awalnya hanya sebagai side-project dari personilnya, tapi kemudian malah keterusan.

Formasi pertama The Bahamas tidak bertahan lama, lantaran Moro harus kembali ke DKSB dan project Biosampler. Posisinya digantikan oleh Andry, mantan drumer band rock indie legendaris Puppen (Semoga mereka reuni Tuhaan). Persoalan belum selesai lantaran Robin memilih gabung dengan sebuah perusahaan di Bali. Akhirnya Chandra pada bas dan Dendy pada bas, meramaikan The Bahamas bersama Conat.

Ya, buat mereka yang paham scene lokal indie Bandung pasti setidaknya mendengar mereka dari kompilasi New Generation Calling. Satu album bersama Teenage Death Star (band nya Sir Dandy Harington), Boys Are Toys (Asukenapa mereka milih judul ini?), Superman Is Dead dan The Disconected.

In short, those big new rising star back there.

Gimana ceritanya bisa mendapat album ini waktu itu? Well ceritanya lumayan konyol. Waktu SMA kelas tiga saya suka seseorang. Cewek tentunya. Dan pada waktu itu, tak seperti hari ini, lagu-lagu bagus hanya diputar di MTV (how small minded i was?), Radio dan jika kau cukup kaya, membeli kasetnya.

Maka demi menyenangkan dan menarik perhatian gadis yang saya sukai itu. Saya mencari tahu apa musik yang ia suka. Dan tentu saja, seperti kebanyakan gadis muda pada tahun 200an, ia suka Westlife.. Fuck.

But man gotta do what he gotta do for his love right?

Dengan semangat saya mencari kaset westlife coast to coast. khusus buat diajeng saya tercinta. Tapi tentu saja, Tuhan selalu punya lelucon yang tak selesai. Perhatian saya malah terpaku pada sebuah kover kaset kumuh busuk berwarna kuning yang bertuliskan New Generation Calling.



Gambar depannya secara semiotis menyiratkan seorang remaja tanggung yang cuek sedang merokok. Sedang gambar dalamnya gitaris hangover dan mendapat jackpot di atas panggung. What The Fuck. Saya dilema antara membeli Westlife dan merusak peradaban atau membeli kaset busuk ini?

And here we are talking about those bahamas shit!

Puji segala Tuhan saya diselamatkan dari kebodohan purba yang melakukan apapun untuk seorang wanita. Come on, We all know who's got to blame when Adam got dumped out from heaven right? Jadi sebagai umat yang baik saya tak mau melakukan kesalahan yang sama.

Musik yang dimainkan oleh The Bahamas adalah punk rock dengan keceriaan. Lirik banyak ditulis oleh Conat yang banyak dipengaruhi oleh band punk rock macam J Church atau Green Day. Oke saat itu (dan sampai hari ini) musik mereka masih tetap sama. Cadas, lugas dan bertenaga kuda!

Enough talk let hear they sing shall we?

katanya semua
tak mungkin jalan kita beda
biarkan semua
jika tak bisa
tak ku paksa
sayangku
pacarku
malam pun berjalan biasa
ternyata temanku telah di depan menunggu

malam ini kami berpesta
seperti kemarin dan lusa
malam tak berbeda

dan ini bukannya
aku melupakan adanya
tetapi ini hanya
teman teman dan teman teman

malam ini kami berpesta
seperti kemarin dan lusa
malam tak berbeda

ku berjanji tak berkata
akan tetap tak menyapa
ku kan pulang dan bersulang
dengan hati yang menjulang

ku berjanji tak berkata
usah kau kirim mata-mata
dan kunyanyikan na na na

1 komentar:

  1. emang ada kaset new generation calling ya di Bondowoso? :p

    BalasHapus