Kamis, 23 Desember 2010

Disela Malam Sebelum Natal

Untuk Fransisca


ada sisa pelangi dimatamu Chi,
yang tak bosan kupandangi meski usang
yang pada malam harinya berubah jadi tokek warna merah muda
berderet-deret bersuara nyaring,
pada dentang sunyi malam yang kedua belas

Paginya kita bertemu lagi Chi,
lewat embun, kokok ayam dan rintihan pulang vampir-vampir jompo
lewat jalan lapang disebelah rumah, lalu hilang di ujung subuh
dan menyesap sisa jejak yang disergap angin gunung

aku menatap matamu Chi
yang redup, sunyi dan bening serupa kaca-kaca
bersembunyi dibalik ramai pasar tawa beruk kota

aku ingin kita berjalan Chi, bergandeng lengan,
agar nampak mesra sekali seperti sedang jatuh cinta
agar tak gegas lenyap seperti uap
karena waktu selalu khianat pada bahagia

aku masih tak bosan memandang matamu Chi
yang di dalamnya ada bintang kecil, sungai susu dan labirin gula-gula
yang meski sudah bangkrut, tapi sesak dengan kenangan-kenangan
jangan kau berkedip, menutup matamu yang indah itu Chi
nanti sungai itu tumpah, bintang itu hilang dan labirin itu rusak
(diam-diam menyeka mata air yang lupa menetes)

ayo kita pulang Chi
Membangun rumah dari serak-serak rindu
Lalu disekat dengan awan dan hutan


Jember
20:19
23/12/2010

1 komentar:

  1. membayangkan: dideklamasikan oleh perempuan untuk perempuan. wah. pecah. Keren mas!

    BalasHapus