Senin, 27 Agustus 2012

Lancelot III



anak jadah meminta tuhan bicara
dengan kalimat sederhana
ia menjura ke segala udara
kaki bernanah harapan

"Duh sang hyang gusti,
apakah ibuku bidadari surga
dan ayahku betara kala?"

tuhan diam
bahasa gagal diucap
tak ada kata berani menafsir kehendak
yang maha cemburu

pada sebuah batu badik tertancap
serupa nasib perang
juga kelindan air mata
"excalibur" pedang penguasa
tanah mendung, dan hujan murung

pada hari ketujuh tuhan berkata
"Lancelot, nasibmu parau
seperti balon kempis
dan lingga bengkok,"

"maka jadilah," Lancelot menjawab.
ia masih jadah
namun tak ada nanah, hanya sebuah
parang dengan hulu berdarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar