keranda awan datang
bawa bayangan
serupa detak waktu
menghambur rindu
di sela pikuk zaman
kukira kita telah memisahkan diri
menyatakan perang terhadap kebersamaan
melarung segala ingatan dan kenangan
kupikir ini sebuah kepastian
semacam nubuat yang telah digenapi
kukira kita setuju jika rindu
tak melulu tentang rasa pilu
tentang sendu yang tertahan di uluhati
merambati setiap pembuluh birahi
sekedar getar haru, menikam serupa belati
kukira kita sudah lunasi semua perasaan kita
di kotamu malam itu
seusai rancak lagulagu menlantun seirama lalu angin
lindap jalan, kalis hujan, dan pekat malam
menjelajahi segala yang senyap dalam bahasa sunyi
kukira kita memaafkan kebodohan
sebagaimana adam meratapi keterlanjangan
"cinta" katamu. bukan kata murah yang diobral dipasar
di hutanhutan, di peraduan
tapi bukankah segala rusuk merindu satu bersama tubuh?
kukira kukira kukira kukira kukira kukira
kukira sampai kapan kau kira kira?
semua sudah selesai
agas tak lagi sengatkan haru pada pembulu
malam ini kita hadapi
api jadah
ati gundah
rebah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar