Senin, 29 April 2013

Pertemuan


Usai senggama
perempuanku menabur duka
pada perih masa silam
menuliskannya diam diam
pada gigirnya yang pucat

"semesta mempermainkan rinduku
pada lelaki sepertimu"

tapi bukankah kerinduan ini
adalah ibu
dari yang garba. yang kau takik
hingga rahimnya koyak
lantas kau garami lukanya dengan
air mata

"setiap rindu, setiap rupa
lakumu juga sajak yang bisu
aku mencintaimu"

pejantan yang kau sebut lelaki
kesayangan. hanyalah si peraut birahi
yang pada kemaluannya bopeng nanah
dan degil amarah. Ia tunduk
serupa para malaikat
terlentang di muka adam.

1 komentar: