Kamis, 03 Februari 2011

Nama Cinta setelah aku bertemu denganmu (atawa ode untuk Zaki II)


Nama cinta itu adalah harapan, seperti mendung yang membawa kalis hujan meski kelam.
Nama cinta itu adalah perjuangan, seperti persalinan, atas nama kasih sayang tulus ibu pada anaknya.
Nama cinta itu adalah kesalihan, seperti khusyuk harapan pendosa dimalam taubat saat maut tiba.
Nama cinta itu adalah malam, yang menjanjikan redup lembut untuk beristirahat.
Nama cinta itu adalah air, yang melindungi kafilah jauh dalam kesegaran.
Nama cinta itu adalah ombak, yang selalu setia menemani tepian pantai sampai akhir zaman.
Nama cinta itu adalah kebajikan ,layaknya guru pada murid, mencerdaskan dan memberikan pemahaman.
Nama cinta itu adalah kebijakan , layaknya pengembara dan kakinya, bersama-sama menapaki pengalaman.
Nama cinta itu adalah kenangan, layaknya penyair dan kata-kata berbagi ingatan.
Nama cinta itu adalah bintang, menjanjikanmu imajinasi, khayalan dan cita-cita yang tinggi.
Nama cinta itu adalah bumi, menjanjikanmu daratan luas, laut yang dalam dan gunung yang terjal.
Nama cinta itu adalah udara, menjanjikanmu kehidupan, kesederhanaan dan rasa ikhlas.
Nama cinta itu adalah luka, mengajarkanmu penderitaan, rasa perih dan pengorbanan.
Nama cinta itu adalah benci, mengajarkanmu permusuhan, rasa dendam dan memaafkan.
Nama cinta itu adalah tawa, mengajarkanmu kebahagiaan, rasa syukur dan berbagi.
Nama cinta itu adalah buaya, hewan degil, setia dan tak serakah.
Nama cinta itu adalah kuda, hewan binal, bebas dan tak terikat.
Nama cinta itu adalah serigala, hewan lugas, posesif dan tak toleran.
Nama cinta itu adalah kamu.
Nama cinta itu adalah aku.
Nama cinta itu adalah kita.
Apa nama cintamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar