Jumat, 15 April 2011

Tentang Sepetak Mata

untuk : Imanda D Salsabila


Adalah ia yang mengaliri kenangan dengan air yang tak mungkin surut.
"aku sedang menunggu es krim" kau bilang
seraya memandang malam yang terlajur uzur
bukankah kita semua sedang menunggu dik?
menunggu untuk menjadi hitam dalam sekilat matamu yang tertutup.


Proficiat?
tidak, tak perlu ada perayaan atas kemenangan.
tentang es krim, maskara, dan celak hitam mata.
Matamu yang sederhana telah meruntuhkan segala yang banyak,
tetapi yang diam pun akhirnya akan bersuara.
entah kapan..


Jember 14.2.2011 di tengah malam sebelum hujan

2 komentar:

  1. saya tertarik dengan puisi "Sepetak Mata" kena banget Mas!

    BalasHapus
  2. ah masa? hahaha ini sekedarnya saja

    BalasHapus