Jumat, 15 April 2011

Fransisca Risky Mayang Arum, dalam sebuah Ode.


Genesis 1:1 In the beginning, God created the heaven and the earth.


Hari ini, kamu tahu? Adalah hari dimana kapal Titanik tenggelam pada tahun 1912 dan hari dimana filsuf eksistensialis Jean Paul Sartre meninggal dalam damai di Perancis tahun 1980. Terlalu banyak kematian yang terajadi pada hari ini yang diingat sejarah. Bagi beberapa orang hari ini adalah nisan pengingat duka, dimana dalam diam mereka meratapi keberangkatan akhir hidup manusia.

Tapi hari ini juga hari dimana Leonardo Da Vinci dilahirkan tahun 1452, hari dimana General Elektronik, perusahan listrik terbesar di Amerika ditemukan. Sejarah mengingat hari ini sebagai penanda awal keberlangsungan suatu hal. Dan tentu saja bagi beberapa orang hari ini adalah perayaan hari kelahiran. Sebuah mercusuar masa yang mengingatkan kita pada sebuah kehidupan baru. Semangat yang tak kunjung padam dari sebuah tunas.

Tapi tentu saja semua itu tak penting bukan? Buatmu kupikir hal tadi tak penting nian. Tak membuat hari-hari galau di busway saat hujan berakhir, atawa mengurangi beban keinginan lukisanmu dipajang di galeri berkurang dan juga tak membuat kamu jadi milyuner yang bisa traveling ke Uganda dengan mudah. Dalam banyak hal, kupikir kejadian besar dunia tak lebih berarti daripada perayaan harian kita.

Seperti yang dikisahkan oleh Wilhelm Busch, yang juga lahir hari ini, dalam komik strip Max and Moritz. Tau kan? Itu loh kisah tentang anak-anak super nakal yang tak peduli dengan lingkungan mereka. Tentang bagaimana mereka bisa menjahili janda tua, penjahit dan sesekali mencuri makanan. Sekedar keseharian yang mengada dalam kehidupan kita. Wilhelm berkata "Dieses war der erste Streich, doch der zweite folgt sogleich" atau dalam bahasa Indonesia berarti “Ini adalah kelihaian pertama yang akan diikuti oleh peniru lainnya.”

Wilhelm tak hendak mencibir ia hanya menghina tentang kebiasaan kita yang selalu meniru. Tentu aku tahu kau tak demikian. Meski langit runtuh dan bumi pecah, kau yang mencintai seni dan pelangi tak akan berlaku demikian. Ya ya, kau dan Wilhelm punya kesamaan. Sama-sama menyukai krayon, warna, keisengan, cerita dan pendidikan. Ah kamu yang selalu bersih hati itu tentu tahu bahwa seni itu panjang dan hidup itu pendek.


Lalu hari ini adalah tanggal 15 April. Apa yang spesial? Kukira tak ada. Hanya sekedar penanda tanggal yang akan berlalu dilupakan. Tapi jika ini adalah hari kelahiranmu maka, ini adalah hari bersejarah. Hari jumat pada tahun 1988 dimana kamu gadis kecil cantik yang lahir ke dunia untuk kemudian dibaptis atas nama Kristus. Dan diberi nama seperti santa Fransisca sang Pelihat dari Roma.

Sepertihalnya santa Fransisca yang rendah hati, kau pun demikian. Yah meski kadang cibir kasar karena kehati-hatian berpikirmu membuatmu dikatakan lemot, lelet dan sebagainya. Tetapi apalah arti kata-kata, bukankah setiap pribadi ada kelebihan. Hanya saja orang terlalu acuh untuk kemudian mau melihat dan mengenalmu lebih jauh. Santa Fransisca yang baik itupun demikian, dalam usia yang muda ia terasing karena mencintai tuhan. Bukankah perbedaan itu dalam segala hal adalah keberkatan Kasih Nya?

Lalu kau yang hari ini kukira berusia 23 tahun 5 hari 9 jam 44 menit dan 45 detik lebih tua. Seharusnya lebih tua dan bijak, karena kau yang begitu sempurna lahir dalam keluarga yang memuja ajaran Kasih. Kasih yang luas seperti yang diperlihatkan ibumu yang gaul dan ayahmu yang suka wayang itu. Sejalan dengan Amsal 1:8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Dan tak ada yang bisa kuberi hari ini padamu. Selain sajak dari penyair aliran Acmeism di Rusia, Nikolai Stepanovich Gumilev, yang juga lahir pada tanggal sama denganmu. Sajak ini sudah lama ingin kuberi padamu. Sajak tentang seorang gadis yang konon ia temui di satu sudut di kota Moskwa. Mengenai kedalaman rasa yang dihimpun dalam seutas senyum. Sajak itu adalah SHE, dan ini yang hendak kuberikan padamu.

SHE

I know her, her bitter silence,
Her tiredness of her words and cries,
Lives in the secret changing brightness
Of widened pupils of her eyes.

Her heart is opened with craving
Only to music of the verse,
Before the life of joy and playing,
She stands aloof and won’t converse.

Her steps aren’t heard or ever hurried:
They’re quiet, oddly smooth and fine,
She can’t be called a beauty, starry,
But keeps all happiness of mine.

And, if I might be selfish ever,
Or brave and proud, as I could –
I’ll learn the pain, so sweet and clever,
In her delirious, dreamy mood.

A source of light in pine and sadness, --
She carries lightning in her hands,
Her dreams are clear, as clear the shadows
On flaming paradise’s sands.

Nikolai Gumilev bukan seorang gombal seperti aku. Bukan pula pemimpi seperti Chairil, dan kamu tahu? Si binatang jalang itu gagal mencuri buku Nietzche dan berakhir mencuri Alkitab. Dan demi segala sajak dan kasih Yesus, semoga kau selalu dalam cinta Nya. Selamat ulang tahun Fransisca, tabik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar