Kamis, 21 Maret 2013

Altar of Madness dan Kegilaan Morbid Angel



Gabungkan dinamit, mercon, kembang api dan segala macam hal yang mudah meledak ke dalam kendaraan super cepat. Lantas gabungkan dengan pengeras suara dengan volume terbesar yang bisa ditemukan. Lantas gabungan semua itu tak akan bisa mengalahkan euforia dan perasaan meletup-letup yang bisa dihasilkan oleh album ini. Altar of Madness merupakan album arkaik, kanonik dan monumental dari band death metal asal Tampa Florida, Morbid Angel.

Pada satu hari yang terik seusai sekolah, medio tahun 1999, almarhum kakak saya bertengkar dengan ibu. Entah soal apa, yang jelas seusai itu kakak saya masuk ke dalam kamar dan sesaat kemudian terdengar suara yang oleh ibu saya disebut sebagai "Musik setan yang merusak iman dan menghancurkan akal,". Kelak saya mengetahui jika lagu yang diputar itu adalah Bleed for The Devil. Dimulai dengan cabikan gitar yang kering dari Trey Azagthoth yang dilanjutkan dengan dentuman double pedal Pete Sandoval. Morbid Angel seolah merobek rumah kami yang biasanya tenang itu.

Hari itu saya jatuh cinta secara diam-diam dengan death metal. Ada yang agung dalam lengkingan gitar, dentuman bass, dan nyaring pedal drum yang dilakukan bertalu-talu. Seperti sebuah kerinduan spiritual atas naluri dasar manusia untuk dominasi. 

Bertahun kemudian ketika kakak saya meninggal dunia. Saya menemukan kaset Morbid Angel ini. Masih lengkap dengan cover ngeri yang mengingatkan saya pada satu fragmen gila dalam game Silent Hill. Altar of Madness barangkali adalah sebuah bensin yang mampu membakar siapapun untuk segera melupakan manisnya hidup dan mengambil sikap untuk melawan. Injak balik segala otoritas, lawan dan hantam segala norma. Morbid Angel bukanlah band politis. Lebih dari itu band ini berusaha keras melawan terhadap entitas yang lebih tinggi. Tuhan.

Ada sebuah arus kesadaran yang mencoba keluar dari diri ketika mendengarkan Altar of Madness. Bahkan sampai hari ini. Ia membiarkan segala yang tertekan, segala yang disegel dan segala yang dikekang untuk lepas dan memberontak. Seperti sebuah bersin, Morbid Angel mampu melahirkan khazanah musik yang membuat kita larut dalam kegilaan. Membuat kita tunduk dan lepas. Saya tak pernah lahir di era 80an ketika album ini muncul. Ketika perang dingin, perang no mention, sedang berlangsung. Ketika kemunafikan adalah keharusan dan mereka yang jujur adalah pecundang.

1989 adalah tahun dimana empat legenda Morbid Angel melahirkan album debut seminal yang memberi bentuk awal death metal pada zamannya. Mereka yang kala itu masih muda mampu melahirkan suara-suara yang kudus lagi bingar, kencang lagi profetik, membahana namun syahdu. Lirik lirik satanis, solo yang sporadis dan dentuman drum yang lebih cepat dari RX King. Segala pencapaian ini adalah sebuah formulasi baru dan pendobrakan besar tahun-tahun itu. Konon mereka yang hidup dan besar ketika skena 80-90an berjaya menganggap Morbid Angel adalah titisan Lucifer dalam skena musik.

Meski repetisi dan suara yang dibuat Morbid Angel adalah pendobrakan namun repetisi dan bunyi yang hampir seragam dalam tiap lagu memang berpotensi membuat bosan para pendengarnya. Meski demikian saya yang ketik kecil tak tahu apa itu metalheads, paham bahwa album ini adalah sebuah anthem kemarahan. Memang tak bisa didengarkan terus menerus berjam-jam. Namun coba saja dengarkan  "Chapel of Ghouls" yang memiliki suasana rumit namun meledak ledak. Atau "Maze of Torment" yang membuat bulu kuduk merinding karena suaranya yang nyaring bertalu.

Sulit untuk menyangkal jika Altar of Madness adalah milestone yang meletakan dasar-dasar death metal modern. Bahkan meski sudah lewat dua dekade sampai hari ini. Mereka yang mengawinkan Thrash dan Heavy Metal dengan lirik-lirik pemujaan iblis adalah satu di antara para pembaharu skena musik ini. Beberapa alsan diantaranya adalah album ini masih menjadi album metal terbaik yang sejajar dengan Reign in Blood dari Slayer dan Master of Puppets dari Metallica. Apakah karena itu saja? Tidak Musisi metal kanonik hari ini banyak yang merasa dipengaruhi album ini sehingga menceburkan diri dalam skena musik metal. Tidak ada Altar of Madness tidak akan ada mereka.

Tentu ini adalah klaim tak berdasar. Bahkan, klaim jumawa yang bisa saja dipatahkan. Tapi penggemar metal manapun saya kira sampai hari ini masih akan terus mengingat. Bagaimana ketika mereka pertama kali mendengarkan "Immortal Rites" sambil membaca liriknya merasakan bulu kuduk mereka menangang seolah sedang ereksi. "Blasphemy" dan puncak penistaan pada Tuhan serta pemujaan terhadap Iblis membuat kita termanggu dan ketakutan. Di sisi lain ia membangkitkan sesuatu yang purba. Sesuatu yang kelam dalam diri kita. Sebuah getar brutal akan kekerasan yang membuat tubuh ini moshing pada sebuah kerumunan imajiner.

Saya pribadi sangat menyukai "Bleed for the Devil" selain karena bahasa lagu ini relatif singkat, hanya dua setengah menit kebisingan dan detum teriakan kebencian, lagu ini secara sederhana sudah menyampaikan apa maksud dari Altar of Madness. Pemujaan terhadap sang setan sendiri. Saya bukan seorang satanis, sebagai muslim, atau fasik, album ini adalah sebuah pemberontakan yang sebenar-benarnya. Ruang cerita dan narasi bahwa iblis selalu jahat dan setan selalu salah seolah sedang dibongkar di sini. Perlawanan terhadap status quo dari objek yang menjadi arena peperangan baik dan buruk.

"Visions Form The Dark Side" adalah lagu underdog. Ada nuansa hardcore/thrash metal yang masih kental dan jelas dirasakan sejak intro awal lagu. Hal inilah yang barangkali masih dianggap dosa. Karena belum bisa lepas dari skena lama dan mendefinisikan karakter mereka sendiri. Sementara "Damnations" seringkali dijadikan lagu tak laku oleh kebanyakan metalheads. Seperti juga "Evil Spells". Padahal dalam pandangan saya pribadi dua lagu ini, meski tak se intens "Blasphemy" namun memiliki cara yang agung untuk menutup album ini.

Barangkali kuartet ini pada awalnya hanya ingin bersenang senang dengan gitar kencang, petik bass berat, lirik keji dan dentuman drum yang nyaring. Tapi mereka tak sadar jika sedang menciptakan sejarah. Seperti Newton dan apelnya. Morbid Angel adalah peletak dasar teory Black Metal yang adilihung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar