Kamis, 21 Maret 2013

One Thousand Dose of Gelora Semangat Manan Rasudi



Dear kak Manan, beserta surat ini kudoakan agar kau selalu dalam berkahan dan limpahan kasih sayang. Semoga kau selalu sehat dan bahagia. Semoga kau selalu beruntung dan mampu buang hajat sendiri tanpa bantuan orang lain. Singkat kata singkat cerita. Semua yang baik-baik agar selalu bersamamu.

Tahukah kamu mengapa kutuliskan surat ini duhai kak Manan? Lebih dari itu. Tahukah engkau mengapa mentari pagi selalu memberikan hangatnya pada manusia? Sementara masih banyak di antara kita yang masih miskin dan belum mampu menonton gigs Godspeed You Black Emperor di Malaysia. Masih banyak ketidakadilan di jagat raya ini yang membuat kita lupa bersyukur. Tapi kau berbeda duhai manan. Kau di atas siapapun yang kukenal, adalah pribadi bangsaku yang maju lagi berdaulat adil dan makmur.

Dear kak Manan. Kau adalah orang baik yang setiap hari memberikan kebaikan bagi orang lain. Memberikan cinta dan kasih sayang sesama manusia. Memberikan semangat dan alasan bagi beberapa orang untuk hidup. Seperti aku yang setiap hari bangun hanya untuk berharap “Onlen ah, kali-kali aja ada Manan terus ngobrol soal mantan,”. Kau adalah alasanku bangun di pagi hari dan menghadapi brengseknya hidup. Ya kau duhai kak Manan Rasudi yang baik hati.

Tapi selama beberapa hari ini, bukan beberapa bulan ini kulihat kau sedang bermuram durja. Mendung merana. Seolah gairah hidupmu yang meluap-luap itu telah habis dan hancur seperti pailitnya bank Century. Kulihat senyum tiada lagi tersungging di bibirmu yang tebal itu. Sinar matamu kosong seolah dementor menghisapnya ketika blow job. Adakah yang mengganggumu duhai manan? Ataukah kau sedang sedih memikirkan kemiskinan dunia dan pengaruhnya terhadap kualitas gigs yang makin brengsek hari hari ini? jawablah duhai Manan. Jujurlah padaku jika memang kau terluka.

Aku tahu kak Manan sedang kesepian merindukan pujaan hati anak paman petani. Aku tahu dalam kesepianmu hidup selibat sebagai seorang hipster akhir zaman kau bersumpah tak akan menikah sampai Coheed and Cambria datang ke Indonesia. Aku tahu ini duhai kak Manan. Tapi bukankah semua itu kau jalani dengan kebanggaan. Dengan kepala tegak karena menikah tanpa sumpah sudah terlalu mainstream. Jika bukan karena ini semua lantas mengapa engkau bersedih hati?

Aku tahu kau susah berbagi. Seperti juga hidupmu yang lebih memilih sunyi di kawasan Bulunganb daripada hingar bingar hotel Alexis. Aku tahu kau adalah ronin yang memilih menyendiri untuk berbakti menikmati musik terbaik. Tapi bolehkah aku, yang hina lagi fana ini, memberimu semangat? Memberimu sebuah percikan agar kau hidup kembali. Agar kau bisa ereksi lagi. Agar kau  yang selalu baik dan mamu berbagi band-band hebat masa kini tersenyum kembali. Meski kutahu semua yang kulakukan adalah sia-sia belaka. Namun seperti kata paman Gober, pantang pulang sebelum ngangkang.

Bersama surat ini kukirimkan mixtape untuk semangatmu duhai Kak Manan. Lagu-lagu yang barangkali terlalu mainstream dan tidak avant garde bagimu. Band band kelas dua dibandingkan seleramu yang agung lagi suci. Tapi biarlah demikian. Karena bagiku agamaku dan bagimu selangkanganmu. Aku mohon maaf atas seleraku yang demikian rendah hingga tiada layak dengar. Ataulah mungkin pilihan laguku begitu buruk sehingga membuatmu turun tekanan darah karena marah.

Lagi-lagu ini kususun berdasarkan cerita yang kira-kira bertema memberimu semangat untuk tetap hidup dan mencari jodoh hingga liang lahat. Kumulai lagu ini dari band spesialis patah hati, putus cinta dan penolakan. Dygta. Band yang masyur dengan lagu sedih ini kukira mampu merepresentasikan perasaanmu saat ini. Dimana barangkali kau sedang dalam kondisi “Aku tak bisa memiliki” terhadap perempuan, atau vinyl, atau konser sehingga membuatmu sedih. Jangan sedih manan. Jagat raya masih bersamamu hingga masa gajian berikutnya tiba.

Lagu berikutnya adalah band indie midwest Amerika Serikat yang pasti kak manan sudah tahu. Kid, You’ll Move Mountains yang dikenal karena lagu-lagu pop lembutnya. Aku tahu kak Manan tak suka band macam ini. Kakak lebih suka Gojira, Tool atau Alcest. Namun plis kak dengarkan lagu ini sedikit saja. Lagu ini berjudul An Open Letter to Wherever You’re From. Lagu tentang pemberontakan dan kabur dari kondisi sesak yang ada saat ini. Seperti puisi catutan Dian Sastro dalam Ada Apa Dengan Cinta. Semoga kak Manan bisa lepas dari kondisi mengekang kakak saat ini.

Nugie adalah penyanyi berikutnya yang akan menyapa kak Manan. Ia yang konon dianggap Eddie Vedder nya Indonesia ini pernah menulis lagu keren berjudul Teman Baik. Seperti yang orang tahu Kak Manan adalah berkah dalem bagi siapapun yang mengenal kak Manan. Manusia yang tanpa lelah memberi. Manusia yang tanpa lelah berdiri paling depan ketika sedang ada antrian sembako. Dan tak pernah lelah memberikan joke-joke kodian tentang band yang entah apa itu namanya. “Teman Baikku berkata, gunakan aku u u u, tak perlu kau risau, membalas, pamrih yang tersirat,” ugh kak Manan.

Aku tak yakin kalau kak Manan mengalami inferiority kompleks. Dengan wajah tampan rupawan, darah biru warisan keraton Cirebon dan pengetahuan luas bak google scholars. Gadis mana yang tak jatuh hatinya dipandang oleh kak Manan? Untuk itu jika Kak Manan sedang merasa gundah gulana dan merasa diri sedang jelek. Ada baiknya kak Manan mendengarkan lagu Christina Aguilera yang judulnya beautiful. Karena “You are beautiful, no matter what they say,” kak Manan dan yakinlah “Words can’t bring you down.

Sebagai pengamat blantika musik tanah air yang tiada banding bahkan dari Dennie Sakrielijius. Aku yakin kak Manan tahu ada band Doom Metal/Stoned Rock pioner di Indonesia. Ya Soneta Grup pimpinan Haji Oma Irama adalah pioner dari sound-sound Doom Metal/Stoned Rock dengan ciri gitar berat dan dominasi dentuman bass yang kronis. Lagu berikutnya adalah Perjuangan dan Doa. Lagu klasik Haji Oma Irama bersama Soneta yang mencirikan puncak Stoned Rock yang masyur. Coba tengok intro lagu ini yang begitu kental dengan ciri khas Southern Lord Records. Ditambah pula lagu profetik eklektik yang berkisah tentang usaha keras dan doa. Cocok untuk kak Manan.

Adalah band indie pop darling dari Philipina The Camerawalls yang akan menyambut kak Manan seusai beratnya Stoned Rock. Lagu icik ehem yang lembut manis bak gula-gula ini memang disiapkan untuk Kak Manan seorang. Dengan judul lagu yang lumayan cutting edge dan  avant garde, My Life's Arithmetic Means, akan menyapa ruang dengar kakak. “Laughter always forgives and forgets / Oh, like a bubble at a touch / I won’t let you break / I won’t even pretend,” manis kan kak? Lalu dilanjut dengan “Cause you’re the value of my life’s arithmetic means.

Adalah Ebiet G Ade dengan Senandung Jatuh Cinta yang merupakan doa dan harapan supaya kak Manan bisa menemukan pujaan hati. Tak cukup banyak kata yang mampu kuucapkan. Karena syair-syair Ebiet adalah doa itu sendiri kak. Semoga kak Manan tak luruh dan larut dalam haru karena pesona lagu ini yang merdu lagi syahdu.

Mungkin jika syair dari Ebiet G Ade tak cukup masih ada Dylan Mondegreen yang akan menyanyikan lagu Wishing Well untuk kak Manan. Lagu ini bermakna ganda karena  ia bisa berarti “mengharapkan yang terbaik,” atau bisa juga “Sumur Keberuntungan,” namun apapun yang terjadi. Semoga lagu ini bisa membangkitkan semangat kak Manan untuk move on dan barangkali melupakan mantan.

Apa sebenarnya yang kita cari di dunia ini kak? Wanita? Gigs? Status hipster? Ataukah uang belaka? Karena semua itu adalah fatamorgana kak. Sementara yang kekal dan abadi hanyalah milik Alloh belaka. Untuk itu kak Manan, izinkan aku untuk mengingatkan kak manan untuk selalu taat beribadah. Hadad Alwi yang kini sudah berpisah dengan Sulis, telah membuat single Jagalah Sholatmu untuk mengingatkan kita perkara akhirat kak. Jatuh cinta boleh, asal jangan lupa beribadah.

Setelah sholat, doa dan berusaha selesai. Saatnya piknik untuk melupakan segala gundah gelisah yang menggelora di dalam dada. Kak Manan akan ditemani oleh band Indie Pop asal Jepang the Babystars yang menyanyikan lagu Sunday. Lagu ini intinya bercerita tentang janji kencan antara dua orang sepasang kekasih yang baru jadian. Aku tahu kak Manan sedang menjalani selibat dan memutuskan sendiri. Namun tak ada salahnya untuk janjiang dengan orang lain dan piknik ke Monas di hari minggu yang cerah misalnya?

Tapi aku tahu kak Manan akan menyembunyikan luka dalam senyum. Karena semua itu adalah kodrat lelaki yang tak mungkin dihilangkan. Mungkin lagu dari Tic Band ini bisa memberikan semangat pada kak Manan yang sedang bersedih. Mungkin sisa sedihnya kan habis karena sadar bahwa kak Manan adalah lelaki idola sepanjang zaman yang lucu lagi keren.

Lagu terakhir ini bukanlah sebuah pamungkas kak. Band indie electro pop serupa Owl City namun dalam lagu ini ia akan menyanyikan lagu akustik berjudul for you. Ya kak manan. Semua ini hanyalah untuk kak Manan seorang. Lagu ini bertempo lebih lambat dari pesan bapak Presiden yang ducapkan Moerdiono seusai dunia dalam berita. Namun lebih cepat sedikit dari penanganan harga bawang putih yang melambung saat ini. Semoga kak Manan terhibur.

Stay alive, stay young, jangan lupa doa dan selalu mengangkang sebisa mungkin. Akhirul khalam. Tiada kata terucap selain rindu padamu ya salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar