Dear kak Manan, beserta surat ini
kudoakan agar kau selalu dalam berkahan dan limpahan kasih sayang. Semoga kau
selalu sehat dan bahagia. Semoga kau selalu beruntung dan mampu buang hajat
sendiri tanpa bantuan orang lain. Singkat kata singkat cerita. Semua yang
baik-baik agar selalu bersamamu.
Tahukah kamu mengapa kutuliskan
surat ini duhai kak Manan? Lebih dari itu. Tahukah engkau mengapa mentari pagi
selalu memberikan hangatnya pada manusia? Sementara masih banyak di antara kita
yang masih miskin dan belum mampu menonton gigs Godspeed You Black Emperor di Malaysia.
Masih banyak ketidakadilan di jagat raya ini yang membuat kita lupa bersyukur. Tapi
kau berbeda duhai manan. Kau di atas siapapun yang kukenal, adalah pribadi
bangsaku yang maju lagi berdaulat adil dan makmur.
Dear kak Manan. Kau adalah orang
baik yang setiap hari memberikan kebaikan bagi orang lain. Memberikan cinta dan
kasih sayang sesama manusia. Memberikan semangat dan alasan bagi beberapa orang
untuk hidup. Seperti aku yang setiap hari bangun hanya untuk berharap “Onlen
ah, kali-kali aja ada Manan terus ngobrol soal mantan,”. Kau adalah alasanku
bangun di pagi hari dan menghadapi brengseknya hidup. Ya kau duhai kak Manan
Rasudi yang baik hati.
Tapi selama beberapa hari ini,
bukan beberapa bulan ini kulihat kau sedang bermuram durja. Mendung merana. Seolah
gairah hidupmu yang meluap-luap itu telah habis dan hancur seperti pailitnya
bank Century. Kulihat senyum tiada lagi tersungging di bibirmu yang tebal itu. Sinar
matamu kosong seolah dementor menghisapnya ketika blow job. Adakah yang
mengganggumu duhai manan? Ataukah kau sedang sedih memikirkan kemiskinan dunia
dan pengaruhnya terhadap kualitas gigs yang makin brengsek hari hari ini?
jawablah duhai Manan. Jujurlah padaku jika memang kau terluka.
Aku tahu kak Manan sedang
kesepian merindukan pujaan hati anak paman petani. Aku tahu dalam kesepianmu
hidup selibat sebagai seorang hipster akhir zaman kau bersumpah tak akan
menikah sampai Coheed and Cambria datang ke Indonesia. Aku tahu ini duhai kak
Manan. Tapi bukankah semua itu kau jalani dengan kebanggaan. Dengan kepala
tegak karena menikah tanpa sumpah sudah terlalu mainstream. Jika bukan karena
ini semua lantas mengapa engkau bersedih hati?
Aku tahu kau susah berbagi. Seperti
juga hidupmu yang lebih memilih sunyi di kawasan Bulunganb daripada hingar
bingar hotel Alexis. Aku tahu kau adalah ronin yang memilih menyendiri untuk
berbakti menikmati musik terbaik. Tapi bolehkah aku, yang hina lagi fana ini,
memberimu semangat? Memberimu sebuah percikan agar kau hidup kembali. Agar kau
bisa ereksi lagi. Agar kau yang selalu
baik dan mamu berbagi band-band hebat masa kini tersenyum kembali. Meski kutahu
semua yang kulakukan adalah sia-sia belaka. Namun seperti kata paman Gober,
pantang pulang sebelum ngangkang.
Bersama surat ini kukirimkan
mixtape untuk semangatmu duhai Kak Manan. Lagu-lagu yang barangkali terlalu
mainstream dan tidak avant garde bagimu. Band band kelas dua dibandingkan
seleramu yang agung lagi suci. Tapi biarlah demikian. Karena bagiku agamaku dan
bagimu selangkanganmu. Aku mohon maaf atas seleraku yang demikian rendah hingga
tiada layak dengar. Ataulah mungkin pilihan laguku begitu buruk sehingga
membuatmu turun tekanan darah karena marah.
Lagi-lagu ini kususun berdasarkan
cerita yang kira-kira bertema memberimu semangat untuk tetap hidup dan mencari
jodoh hingga liang lahat. Kumulai lagu ini dari band spesialis patah hati,
putus cinta dan penolakan. Dygta. Band yang masyur dengan lagu sedih ini kukira
mampu merepresentasikan perasaanmu saat ini. Dimana barangkali kau sedang dalam
kondisi “Aku tak bisa memiliki” terhadap perempuan, atau vinyl, atau konser
sehingga membuatmu sedih. Jangan sedih manan. Jagat raya masih bersamamu hingga
masa gajian berikutnya tiba.
Lagu berikutnya adalah band indie
midwest Amerika Serikat yang pasti kak manan sudah tahu. Kid, You’ll Move Mountains yang dikenal karena lagu-lagu pop
lembutnya. Aku tahu kak Manan tak suka band macam ini. Kakak lebih suka Gojira,
Tool atau Alcest. Namun plis kak dengarkan lagu ini sedikit saja. Lagu ini
berjudul An Open Letter to Wherever You’re
From. Lagu tentang pemberontakan dan kabur dari kondisi sesak yang ada saat
ini. Seperti puisi catutan Dian Sastro dalam Ada Apa Dengan Cinta. Semoga kak
Manan bisa lepas dari kondisi mengekang kakak saat ini.
Nugie adalah penyanyi berikutnya
yang akan menyapa kak Manan. Ia yang konon dianggap Eddie Vedder nya Indonesia
ini pernah menulis lagu keren berjudul Teman Baik. Seperti yang orang tahu Kak
Manan adalah berkah dalem bagi siapapun yang mengenal kak Manan. Manusia yang
tanpa lelah memberi. Manusia yang tanpa lelah berdiri paling depan ketika
sedang ada antrian sembako. Dan tak pernah lelah memberikan joke-joke kodian
tentang band yang entah apa itu namanya. “Teman
Baikku berkata, gunakan aku u u u, tak perlu kau risau, membalas, pamrih yang
tersirat,” ugh kak Manan.
Aku tak yakin kalau kak Manan
mengalami inferiority kompleks. Dengan wajah tampan rupawan, darah biru warisan
keraton Cirebon dan pengetahuan luas bak google scholars. Gadis mana yang tak
jatuh hatinya dipandang oleh kak Manan? Untuk itu jika Kak Manan sedang merasa
gundah gulana dan merasa diri sedang jelek. Ada baiknya kak Manan mendengarkan
lagu Christina Aguilera yang judulnya beautiful. Karena “You are beautiful, no
matter what they say,” kak Manan dan yakinlah “Words can’t bring you down.”
Sebagai pengamat blantika musik
tanah air yang tiada banding bahkan dari Dennie Sakrielijius. Aku yakin kak
Manan tahu ada band Doom Metal/Stoned
Rock pioner di Indonesia. Ya Soneta Grup pimpinan Haji Oma Irama adalah
pioner dari sound-sound Doom Metal/Stoned
Rock dengan ciri gitar berat dan dominasi dentuman bass yang kronis. Lagu berikutnya
adalah Perjuangan dan Doa. Lagu
klasik Haji Oma Irama bersama Soneta yang mencirikan puncak Stoned Rock yang masyur. Coba tengok
intro lagu ini yang begitu kental dengan ciri khas Southern Lord Records. Ditambah pula lagu profetik eklektik yang
berkisah tentang usaha keras dan doa. Cocok untuk kak Manan.
Adalah band indie pop darling dari Philipina The Camerawalls yang akan menyambut kak Manan seusai beratnya Stoned Rock. Lagu icik ehem yang lembut
manis bak gula-gula ini memang disiapkan untuk Kak Manan seorang. Dengan judul
lagu yang lumayan cutting edge dan avant
garde, My Life's Arithmetic Means,
akan menyapa ruang dengar kakak. “Laughter
always forgives and forgets / Oh, like a bubble at a touch / I won’t let you
break / I won’t even pretend,” manis kan kak? Lalu dilanjut dengan “Cause you’re the value of my life’s
arithmetic means.”
Adalah Ebiet G Ade dengan
Senandung Jatuh Cinta yang merupakan doa dan harapan supaya kak Manan bisa
menemukan pujaan hati. Tak cukup banyak kata yang mampu kuucapkan. Karena syair-syair
Ebiet adalah doa itu sendiri kak. Semoga kak Manan tak luruh dan larut dalam
haru karena pesona lagu ini yang merdu lagi syahdu.
Mungkin jika syair dari Ebiet G
Ade tak cukup masih ada Dylan Mondegreen yang akan menyanyikan lagu Wishing
Well untuk kak Manan. Lagu ini bermakna ganda karena ia bisa berarti “mengharapkan yang terbaik,”
atau bisa juga “Sumur Keberuntungan,” namun apapun yang terjadi. Semoga lagu
ini bisa membangkitkan semangat kak Manan untuk move on dan barangkali
melupakan mantan.
Apa sebenarnya yang kita cari di
dunia ini kak? Wanita? Gigs? Status hipster? Ataukah uang belaka? Karena semua
itu adalah fatamorgana kak. Sementara yang kekal dan abadi hanyalah milik Alloh
belaka. Untuk itu kak Manan, izinkan aku untuk mengingatkan kak manan untuk
selalu taat beribadah. Hadad Alwi yang kini sudah berpisah dengan Sulis, telah
membuat single Jagalah Sholatmu untuk mengingatkan kita perkara akhirat kak.
Jatuh cinta boleh, asal jangan lupa beribadah.
Setelah sholat, doa dan berusaha
selesai. Saatnya piknik untuk melupakan segala gundah gelisah yang menggelora
di dalam dada. Kak Manan akan ditemani oleh band Indie Pop asal Jepang the
Babystars yang menyanyikan lagu Sunday. Lagu ini intinya bercerita tentang
janji kencan antara dua orang sepasang kekasih yang baru jadian. Aku tahu kak
Manan sedang menjalani selibat dan memutuskan sendiri. Namun tak ada salahnya
untuk janjiang dengan orang lain dan piknik ke Monas di hari minggu yang cerah
misalnya?
Tapi aku tahu kak Manan akan
menyembunyikan luka dalam senyum. Karena semua itu adalah kodrat lelaki yang
tak mungkin dihilangkan. Mungkin lagu dari Tic Band ini bisa memberikan
semangat pada kak Manan yang sedang bersedih. Mungkin sisa sedihnya kan habis
karena sadar bahwa kak Manan adalah lelaki idola sepanjang zaman yang lucu lagi
keren.
Lagu terakhir ini bukanlah sebuah
pamungkas kak. Band indie electro pop serupa Owl City namun dalam lagu ini ia
akan menyanyikan lagu akustik berjudul for you. Ya kak manan. Semua ini
hanyalah untuk kak Manan seorang. Lagu ini bertempo lebih lambat dari pesan
bapak Presiden yang ducapkan Moerdiono seusai dunia dalam berita. Namun lebih
cepat sedikit dari penanganan harga bawang putih yang melambung saat ini. Semoga
kak Manan terhibur.
Stay alive, stay young, jangan
lupa doa dan selalu mengangkang sebisa mungkin. Akhirul khalam. Tiada kata
terucap selain rindu padamu ya salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar