Sabtu, 15 Januari 2011

All you need is lap.

Jadi andai kata begini, kamu yang sedang jatuh, disakiti, teraniaya dan terjatuh kemudian ditinggalkan, dijauhi dan diucapkan kata ‘adios amigos’ oleh orang yang kamu anggap tersayang terkasih dan tercinta. Kamu merasa sedih, perih dan tersapih. Dan serasa ingin menyerah, menyerah pada keadaan yang ada. Lebih baik mati daripada diperlakukan seperti ini. Ya manusiawi kamu manusia, bukan dewa, bukan malaikat, bahkan setan saja punya harga diri ya kan?

Lalu kamu kemudian mengharapkan jalan keluar yang mudah, yang murah, yang efisien, yang gak ribet dan pastinya gak ngerepotin siapa-siapa. Kamu ingin semua yang kamu rasakan itu hilang, tentang perih yang tak tertahankan, tentang sakit yang tak terucapkan dan tentang sedih yang tak terlukiskan. Kamu ingin menukarkan semua rasa itu dengan apapun, ditukar dengan sebuah rasa kosong, sebuah rasa hampa dan mungkin sebuah rasa sepi. Ya manusiawi, kamu manusia, terkadang perasaan yang diberi Tuhan itu begitu khianat.

Dalam keadaan yang terekan menjadi bodoh itu mudah, tapi bersikap cedas itu luarbiasa sulit. Dalam keadaan yang membuat kamu jadi lemah, segala macam kekuatan yang kamu miliki itu malah seakan hilang, seakan gak berguna dan seakan gak berarti. Padahal segala kekuatan kamu itu ada ditempatnya, gak kemana-mana, masih berguna dan masih bermanfaat. Sesederhana kamu lupa, maka hal sederhana yang bisa kamu lakukan adalah mengingat. ‘aku kuat dan aku mampu’ say the magic word, kamu tahu efek kekuatan yang kamu miliki itu bakal meningkat jauh lebih dari apa yang orang bisa bayangkan.

Kamu masih resah, masih gundah, masih tidak percaya, masih takluk dan masih terpuruk. Wajarlah kamu manusia, bukan wonderwoman, bukan superman, dan bukan macan. Kamu manusia sesederhana itu kamu harus menerima kodrat. Tetapi jangan lupa, kamu jadi manusia dengan perangkat yang lengkap, punya otak yang terakhir saya ingat bisa kamu gunakan untuk berpikir, kamu punya hati yang bisa kamu gunakan untuk berbagi dan kamu masih punya anggota badan yang bisa kamu gunakan untuk melawan. Semuanya ada, tinggal bagaimana kamu menggunakan semua yang kamu miliki untuk bangkit dan menyelesaikan apa yang menjadi beban kamu.

Apa sebenarnya salahku, sampai harus mengalami semua ini?’ kamu pasti akan menanyakan hal ini. Itu hal klasik, hal standar dan hal biasa yang selalu diajukan pada setiap orang yang mengalami permasalahan. Tetapi jarang to kamu bertanya, ‘apa yang bisa saya pelajari dari semua ini? Apakah saya akan jadi lebih baik?’ Maka cobalah untuk bertanya dengan pola pertanyaan semacam itu. Karena kalau kamu mampu, kamu akan jadi hebat, jadi luarbiasa dan jadi jagoan. Kalo sudah ahli nanti ajari saya, karena saya sampe sekarang masih ndak bisa begitu.

Cobalah untuk sibuk, cobalah untuk melupakan dan cobalah untuk mengingat. Saat kamu sibuk, kamu akan lupa dan saat kamu lupa, cobalah mengingat segalanya dengan perspektif yang lebih bijak, lebih dewasa dan lebih luas. Karena dalam sebuah permasalahan seringkali relasi yang ada adalah tentang ‘aku sebagai subjek’ bukan ‘aku sebagai objek’. Memang setiap masalah adalah tentang kamu? Belum tentu, seringkali masalah adalah bagaimana kamu menempatkan diri dan memandang masalah itu. Belajarlah untuk memandang lebih luas, karena hidup terlalu sempit jika kamu pikir ‘hanya tentang aku’.

Bayangkan seperti ini, posisikan diri kamu sebagai Jiban, sebagai Sailermoon, sebagai robocop dan sebagai spongebob. Kamu punya kehidupan pribadi, kamu punya masalah sendiri dan kamu punya kebutuhan mandiri. Lalu kamu juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan, yang membutuhkan pertolongan dan membutuhkan hiburan. Berat kan jadi patron? Itulah kamu, tidak ada manusia yang tidak jadi patron. Bahkan Spongebob bertanggung jawab menghibur kita, meski dia sendiri sedang sedih, sedang runyam dan sedang marah. Toh dia tetap melucu dan tetap melawak. Kita tinggal tertawa tanpa mau peduli dengan urusannya. Tenang, wajar kok kalau kita gak mau peduli dengan urusan orang lain.

Orang Belanda bilang voor wat hoort wat, orang jawa pelit bilang jer basuki mawa bea, cukong penjara bilang ada fulus situ mulus. Gak ada yang gratis di dunia ini, ongkos kencing saja sudah naik jadi seribu rupiah di stasiun Gambir. Untuk bahagia kamu harus sedih, untuk senang kamu harus sakit, dan untuk gembira kamu harus menderita. Apa enaknya kehidupan yang senang terus, yang gembira terus, yang bahagia terus? Gak enak, hidup jadi datar. Tubuhmu akan kena diabetes karena kebanyakan makan manis, tubuhmu akan obesitas karena kebanyakan makan enak, kamu akan menopouse dan impoten karena terlalu banyak orgasme. Sesederhana itu hidup, ya buat sekarang susah buat memahami itu, karena kamu masih berpikir, kalo kamu itu orang yang paling menderita di dunia. Hamdan ATT boleh jadi orang termiskin di dunia, tapi orang paling menderita di dunia ya tetap kamu.

Mengasihani diri itu enak, menyenangkan, dan yang pasti melenakan. Kamu akan melihat seribu satu alasan mengapa kamu musti dibantu, musti dihibur dan musti dituruti. Well permasalahanya adalah orang lain juga mengalami masa-masa itu, dan kebanyakan dari mereka sudah tuntas melewati hal itu tanpa banyuan orang lain. Mereka merasa gak punya kewajiban buat menolong kamu, menghibur dan menuruti kamu. Malah kamu itu akan ditertawakan, disindir dan dihina. Kamu itu manusia, punya akal punya badan, kenapa minta bantuan? Ayo berdikari!

Seringkali kamu terjebak dalam dilema satu malam. Apa yang kamu pikirkan sekarang akan seratus delapanpuluh derajat berbeda keesokan harinya. Gak papa itu manusiawi. Soe Hok Gie kamu tau? Salah satu jagoanku pernah melenting hidupnya, tergeletak di titik nadir, mempertanyakan hidup dan perjuangannya. Toh tidak membuat dia jadi fatalis dan mengafirmasi kehidupan sebagai tirani. Dia keluar dari kepompong yang saat ini kamu rasakan dan sukses menjalani hidup.

Hidup adalah soal keberanian menghadapi yang tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa bisa menawar, terimalah dan hadapilah’. Itu prinsip Gie, kuceritakan padamu agar kamu paham. Dijagat raya yang maha luas dan Indonesia yang sempit ini, bukan cuma kamu yang sedih dan merasa tersakiti. Banyak orang yang mengalaminya, memang tidak ada stratifikasi atau tingkatan kesedihan, tetapi ada banyak cara menghadapi kesedihan. Kalau kamu diam dan Cuma mengeluh, kamu tidak hanya menyakiti diri sendiri. Tapi juga menyakiti orang-orang yang peduli padamu. Dan kamu tahu? Itu tidak cool, it feel like shit.

Sekarang kamu sudah baikan? Bagus kalo sekalian paham. Kalo kamu pikir ini motivasi. Kamu salah besar, saya sendiri masih bingung sama hidup saya yang berantakan. Jadi cuma orang bodoh yang menyandarkan kepercayaan pada saran orang yang hidupnya berantakan. Ini cuma gumam, ini sekedar celotehan seorang kawan yang gemas atas keadaanmu. Ambil kain lap ini, usapkan pada air matamu. Ya ya aku tahu kain lap nya kotor, bau dan tidak bersih. Sama dengan suasana hatimu sekarang, biar yang kotor, bau dan tidak bersih itu melakukan tugasnya. Membersihkan hatimu. Lalu kamu bisa bangun dan jadi diri kamu sendiri. Proficiat!

4 komentar:

  1. baguuuuussss.....

    ada orang yang sangat kuat untuk bisa langsung bangkit
    tapi lebih banyak yang butuh waktu untuk meratapi, menyesali dan lebih banyak menyalahkan diri sendiri (termasuk yang nulis komen ini)
    butuh waktu untuk akhirnya bisa bilang "hey i'm okay, i'm strong enough to get my life again"

    BalasHapus
  2. hahahhahha.....
    kayak kamu gak emo aja...hahhahaha

    BalasHapus